DAPURPOS.COM, SUMENEP – Kondisi jalan utama penghubung pertigaan Desa Bluto menuju Desa Karang Cempaka, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Infrastruktur yang menjadi akses vital antar desa itu kini mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat dari Desa Bluto menuju sejumlah desa di wilayah Karang Cempaka. Namun hingga kini, kerusakan jalan disebut tak kunjung mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah. Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya sebatas tambal sulam dan tidak mampu bertahan lama.
Padahal, jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi warga, akses pendidikan, hingga mobilitas harian masyarakat di Kecamatan Bluto. Warga menilai kondisi jalan yang rusak telah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan permanen.
Ironisnya, masyarakat menilai para wakil rakyat dan pejabat daerah seolah menutup mata terhadap persoalan tersebut. Sebab, setiap hari terdapat anggota DPRD maupun Wakil Bupati Sumenep yang melintas di jalur itu.
Tokoh masyarakat, Bambang Hodawi, SH, mengaku prihatin melihat kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Ia menyebut jalan itu terakhir kali dibangun pada masa pemerintahan Bupati KH Ramdlan Siraj dan hingga kini belum pernah mendapatkan pembangunan menyeluruh.
“Ini sangat memprihatinkan. Padahal Bluto memiliki empat wakil rakyat dan juga Wakil Bupati. Seharusnya kondisi jalan utama seperti ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Menurut Bambang, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan akibat lambannya penanganan jalan rusak tersebut. Selain menghambat aktivitas warga, kondisi jalan juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
“Kasihan masyarakat. Tidak sedikit pengendara yang jatuh karena menghindari lubang atau kehilangan kendali saat melintas di jalan rusak,” tegasnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera melakukan perbaikan permanen terhadap jalan penghubung Desa Bluto menuju Karang Cempaka agar akses transportasi masyarakat kembali aman, nyaman, dan layak dilalui. (adie/red)**





