cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Aku Selamat Karena Dia Bertahan: Kisah Ratna yang Kehilangan Suami Penyembuh Hidupnya

DAPURPOS.COM, Padang Panjang  Air mata Ratna Wati tak kunjung kering. Duduk di antara tumpukan barang bantuan di posko pengungsian Kantor Lurah Silaing Bawah, ia memeluk empat anaknya erat-erat seolah takut dunia kembali merenggut sesuatu dari hidupnya.

Usianya baru 32 tahun. Namun, beban hidup yang kini ia pikul terasa jauh lebih berat dari apa pun yang pernah ia bayangkan.

Banjir bandang yang menerjang Padang Panjang, Sumatera Barat, beberapa hari lalu bukan hanya meluluhlantakkan rumah dan harta benda tetapi juga merenggut dua orang terdekatnya: suaminya, Reki Saputra, dan kakak iparnya, Maryulis.

Kini, Ratna harus belajar menjalani hidup tanpa sosok yang selama ini menjadi pelindung dan penyemangatnya.

“Dunia Saya Hancur.”

“Dunia saya hancur luluh,” ucap Ratna dengan suara bergetar.

Baginya, kepergian Reki bukan hanya kehilangan seorang kepala keluarga tetapi juga sahabat, tempat bersandar, dan ayah terbaik bagi anak-anaknya.

“Rasanya baru kemarin kami bercanda, merencanakan masa depan untuk keempat anak kami,” katanya.

Tetapi kenyataan berkata lain ,masa depan yang mereka rencanakan kini berubah menjadi perjuangan bertahan hidup.

Detik Terakhir yang Menjadi Luka Seumur Hidup

Ratna masih mengingat jelas malam sebelum musibah datang, Rabu (26/11).

Baca Juga :  PPBK Sukses Gelar Kontes Bonsai Lokal Terbuka se-Jawa, Madura, dan Bali: Diikuti 728 Peserta

Reki pulang dengan wajah tegang berbeda dari biasanya.

“Ratna, cepat kemasi barang! Bawa anak-anak. Kita harus mengungsi malam ini juga,” katanya lirih namun tegas.

Awalnya Ratna bingung. Namun Reki meyakinkannya sungai di belakang rumah menunjukkan tanda bahaya.

Sebelum Ratna pergi bersama anak-anak, Reki memeluk mereka satu per satu dan mengucapkan kalimat yang kini menjadi kenangan terakhirnya.

“Selamatkan anak-anak. Saya pantau air di rumah.”

Ratna pergi. Reki tetap tinggal. Dan itu adalah terakhir kalinya ia melihat suaminya hidup.

Ketika banjir bandang menerjang, Reki tidak pernah meninggalkan rumah ia berjaga, memastikan keluarganya punya waktu kabur.

Namun air datang lebih cepat dari yang ia duga.

Tim pencarian menemukan jasadnya tak lama setelah kejadian. Ratna bahkan tidak bisa langsung melihat suaminya karena akses Padang–Bukittinggi terputus total.

Ia hanya bisa menangis dalam diam, memeluk anak-anaknya, menahan luka yang tak bisa dijelaskan kata.

Pemakaman Tanpa Persiapan, Tanpa Perpisahan Layak

Sabtu setelah Zuhur, Ratna harus merelakan dua orang tercinta dimakamkan tanpa sempat mengucap perpisahan yang semestinya.

Namun di balik duka itu, ada sesuatu yang membuatnya tetap bertahan. Mereka selamat karena Reki memilih tetap tinggal.

Baca Juga :  Antisipasi Kekurangan CAIRAN Dalam Tubuh Saat Kemarau, Laskar Muda Taretan AF Bagikan Minuman Sehat Gratis

Sekarang Ratna Harus Menjadi Dua Peran.

Kini, Ratna bukan hanya seorang ibu.

Ia harus menjadi:

Ibu rumah tangga, dan Kepala keluarga, Sandaran emosional.serta sumber kekuatan bagi empat anak kecil.

Meski duka masih memenuhi dadanya, ia berusaha berdiri tegar.

“Saya hanya berharap Tuhan memberi saya kekuatan. Anak-anak sangat membutuhkan saya sekarang,” katanya sambil menatap empat buah hatinya dengan mata merah basah.

Harapan Terakhir: “Tolong Jangan Tinggalkan Kami Sendiri.”

Ratna berharap pemerintah dan masyarakat tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga pendampingan psikologis, dukungan jangka panjang, dan perhatian kepada keluarga penyintas lain yang bernasib serupa.

“Saya tahu saya harus bangkit. Tapi saya tidak bisa melakukannya sendirian,” ujarnya pelan.

Untuk Reki, Sang Pahlawan Sunyi.

Di akhir percakapan, Ratna menatap langit mendung yang seakan ikut merasakan pedihnya.

Lalu ia berbisik perlahan, namun pasti terdengar jelas:

“Reki, suamiku, terima kasih sudah menyelamatkan kami. Tenanglah di sana. Anak-anak kita selamat. Perjuanganmu tidak sia-sia.”

Bencana boleh merenggut nyawa, tetapi cinta tetap hidup.

Dan di hati seorang perempuan bernama Ratna, cinta itu akan terus menuntun langkahnya melewati luka.