Sumenep | Dapurpost.com – Untuk kesekian kalinya sejak berdiri tahun 2019, Gerakan Peduli Sosial (GPS) Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep kembali melaksanakan kegiatan Santunan Anak Yatim yang dilaksanakan pada hari Minggu (07/04/2024).
Kegiatan yang bertempat di halaman rumah Ketua RT.04/RW.02 itu dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat dan penerima santunan.
Tak ketinggalan pula Kepala Desa Pabian, Zulfikar Ali Mustakim, SE. turut hadir dalam acara tersebut sekaligus memberikan santunan secara simbolis kepada anak yatim. Yang berbeda tahun ini santunan GPS hanya diberikan kepada anak yatim, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang juga memberikan santunan kepada kaum dhuafa.
Menurut Ketua Panitia Santunan GPS Tahun 2024, Syamsu Ni’am, SE. dalam laporannya menyampaikan bahwa kemampuan GPS tahun ini hanya mampu menyantuni 41 anak yatim di desa Pabian.

Dia menambahkan sumber dana santunan berasal dari tabungan anak yatim yang dikumpulkan oleh anggota selama 1 tahun ditambah dari donatur lain yang tidak mengikat.
“ Semoga tahun berikutnya GPS dapat menyantuni kembali anak yatim dan dhuafa yang ada di desa Pabian”, ujarnya yang akrab dipanggil Cak Kicun sekaligus Ketua RT.04/RW.02 Desa Pabian.
Sementara itu, Kepala Desa Pabian dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GPS Pabian yang secara tidak langsung ikut membantu pemerintah desa dalam upaya membantu warga yang membutuhkan uluran tangan, khususnya dalam berbagi dan menyantuni anak yatim maupun dhuafa.
“ Saya mencatat, kegiatan santunan yang digagas dan dilaksanakan ini adalah yang kelima kalinya sejak berdiri pada tahun 2019 lalu”, jelasnya.
“ Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, dimana Rasulullah SAW bersabda: Orang yang menyantuni anak yatim maka orang itu dan Aku akan dekat seperti ini di surga“, imbuh Zulfikar sambil memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya berhimpitan.
Selesai acara, Ketua GPS Pabian, Muhammad Kamarudin, M.Pd. saat dimintai komentar oleh media menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini adalah program rutin GPS Pabian setiap bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“ Sebenarnya GPS ingin berbagi dengan anak yatim dan dhuafa, namun sayang pada tahun ini kemampuan GPS hanya cukup berbagi dengan 41 anak yatim”, Jelas Kamarudin.
Pria yang akrab dipanggil Pak Mamad itu juga menyampaikan terima kasih kepada semua anggota GPS yang secara guyub dan kompak menyiapkan acara ini. Dia berharap kegiatan santunan ini menjadi pembelajaran khususnya bagi keluarga besar GPS dalam menumbuhkan empati kepada anak yatim.
“Itulah alasan tema tahun ini adalah menumbuhkan kesadaran penuh dalam berbagi karena Allah SWT,” ujarnya. (Red).





