Masyuni Ramadhan Ingatkan: Polisi Bukan Tangan Besi, DPRD Harus Lebih Merakyat

- Redaksi

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM Manager Keraton Langit Sumenep, Masyuni Ramadhan, S.M, menyuarakan keprihatinan sekaligus seruan moral kepada para pemangku kepentingan di Sumenep usai wafatnya Affan Kurniawan. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa suara rakyat tidak boleh dijawab dengan kekerasan.

“Suara rakyat jangan sampai dibalas dengan kekerasan, melainkan ditampung dengan kasih sayang dan kebijakan yang adil,” ungkapnya.(1/9)

Ramadhan mendorong DPRD Sumenep tampil dengan wajah baru: sederhana, merakyat, dan bebas dari citra kemewahan. Ia menawarkan gagasan “Rembug Sumenep” yang melibatkan ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga buruh agar para wakil rakyat duduk sejajar dengan rakyat. Nilai-nilai kearifan lokal bhuppa’, bhabbu’, ghuru, rato ditegaskannya sebagai kompas moral dalam menjalankan amanah.

Kepada aparat kepolisian, ia menekankan bahwa polisi adalah pelayan rakyat, bukan simbol ketakutan. Polres Sumenep diharapkan menampilkan sikap ramah, sabar, bijak, serta mengedepankan dialog kultural berbasis falsafah Madura. “Jangan sampai perintah menjaga ketertiban justru menimbulkan luka sosial,” ujarnya tegas.

Bagi Pemkab Sumenep, ia mendesak agar bupati dan jajaran turun langsung ke masyarakat, bukan hanya memantau dari balik meja. Ia menekankan pentingnya dialog terbuka, penyampaian aspirasi rakyat ke pemerintah pusat, serta teladan kesederhanaan dan transparansi anggaran.

Tak hanya kepada pejabat, Ramadhan juga menyeru masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai: doa bersama, mimbar bebas, forum diskusi, tanpa merusak fasilitas publik.

“Gedung dan jalan yang kita rusak adalah milik kita sendiri. Jika kita merusaknya, kitalah yang paling dulu menanggung akibatnya,” pesannya.

Di akhir pernyataannya, Ramadhan menyampaikan harapan besar: agar Sumenep mampu menjadi pelita di tengah situasi bangsa yang gelap, dengan keberanian mendengar, keadilan, dan kebijaksanaan yang merangkul semua kalangan.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB