DAPURPOS.COM, SUMENEP – Hari Pers Nasional (HPN) 2026 datang di tengah krisis kepercayaan publik dan derasnya arus informasi tanpa saringan. Pers tidak lagi sekadar diuji kecepatan, tetapi keteguhan menjaga kebenaran di tengah tekanan ekonomi, politik, dan algoritma digital.
Di era media sosial, hoaks dan opini sering tampil lebih dominan daripada fakta. Jika pers ikut larut dalam sensasi dan kepentingan, maka fungsi kontrol sosial akan runtuh. HPN 2026 harus menjadi alarm: pers harus kembali pada jati dirinya—kritis, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
Keberanian jurnalis hari ini kerap dibayar mahal. Ancaman, kriminalisasi, hingga tekanan kekuasaan masih nyata, terutama di daerah. Namun justru di situlah nilai pers diuji. Diam adalah pengkhianatan terhadap demokrasi.
Pers boleh beradaptasi dengan teknologi, tetapi tidak boleh kehilangan nurani. Tanpa integritas, kebebasan pers hanya akan menjadi slogan kosong.
Selamat Hari Pers Nasional 2026. Pers harus tetap merdeka, atau demokrasi kehilangan penjaganya.




