Bukan Sekadar Monitoring, Program Sapa Destana BPBD Sumenep Pastikan Desa Tetap Tangguh Bencana

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Upaya penguatan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa kembali dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep melalui program Sapa Destana, sebuah rangkaian monitoring dan evaluasi khusus bagi desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).

Program ini menjadi bentuk tindak lanjut pembinaan agar sistem mitigasi dan kesiapsiagaan tidak berhenti setelah program awal berjalan. BPBD memastikan seluruh elemen kesiapsiagaan tetap aktif, berfungsi, dan mampu merespons situasi darurat kapan pun dibutuhkan.

Beberapa desa yang menjadi lokasi pelaksanaan Sapa Destana tahun ini yakni Desa Babbalan di Kecamatan Batuan, Desa Nambakor dan Desa Tanjung di Kecamatan Saronggi, serta Desa Kasengan di Kecamatan Manding.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, setiap desa dinilai melalui sejumlah indikator kunci, meliputi:

Keberlanjutan aktivitas relawan Destana

Fungsi kelembagaan penanggulangan bencana

Pembaruan dokumen risiko dan rencana kontinjensi

Keberadaan serta kondisi jalur evakuasi

Fasilitas darurat dan sarana prasarana pendukung

BPBD menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan evaluasi menyeluruh yang menghasilkan data kesiapan desa secara nyata.

Melalui pelaksanaan program ini, BPBD Kabupaten Sumenep ingin memastikan 5 poin strategis:

1. Menilai kesinambungan program Destana setelah masa pembinaan.

2. Mengidentifikasi hambatan teknis maupun non-teknis yang dialami desa.

3. Mengukur tingkat kesiapan tim relawan dan kelembagaan dalam menghadapi bencana.

4. Memastikan dokumen kebencanaan desa tetap sesuai kondisi terbaru.

5. Menjadi dasar penyusunan agenda pelatihan lanjutan dan kebutuhan pembinaan berikutnya.

Dengan begitu, desa penerima program Destana tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga responsif ketika bencana benar-benar terjadi.

Dampak Positif bagi Desa

Melalui Sapa Destana, desa memperoleh sejumlah manfaat langsung, seperti:

Peningkatan kewaspadaan dan respons masyarakat terhadap ancaman bencana.

Relawan tetap terlatih dan tidak kehilangan kompetensi dasar.

Sarana evakuasi dan jalur penyelamatan tetap terpelihara.

Perencanaan berbasis data terbaru, sehingga mitigasi lebih tepat sasaran.

Terbangunnya budaya sadar bencana di tingkat keluarga dan komunitas.

Program ini sekaligus menjadi penghubung antara pembinaan struktural BPBD dan dinamika kesiapsiagaan di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidi, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya mengevaluasi kesiapan desa secara berkelanjutan.

“Pembentukan Destana itu baru permulaan. Yang lebih penting adalah menjaga agar desa tetap tangguh. Melalui Sapa Destana ini, kami memastikan relawan masih siap, dokumen masih berlaku, dan jalur evakuasi benar-benar bisa digunakan,” kata Laili.

Ia menambahkan, tanpa sistem monitoring, ada potensi penurunan kesiapsiagaan.

“Bisa saja desa melemah jika tidak dipantau. Karena itu, Sapa Destana menjadi alat ukur apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Destana tidak hanya bergantung pada fasilitas teknis, melainkan peran aktif masyarakat.

“Ketangguhan desa bukan ditentukan BPBD saja. Keterlibatan warga adalah kunci. Kami ingin memastikan semua unsur,mulai perangkat desa hingga kelompok rentan—mengerti peran mereka saat bencana terjadi,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan Sapa Destana, BPBD Sumenep berharap seluruh desa yang tergolong Destana tetap waspada, tangguh, dan mandiri dalam menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi maupun geologis yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB