cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

GMNI Sumenep Geruduk BPN dan Pemkab: Tuding Pemerintah Biarkan Konflik Agraria Membara

Sumenep, Dapurpos.com – Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Sumenep menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis (25/09/2025).

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Roni, menegaskan bahwa konflik agraria di Sumenep terus menjadi momok serius bagi masyarakat. Namun, menurutnya, pemerintah daerah justru melakukan pembiaran.

“Pemerintah daerah jelas melakukan pembiaran terhadap maraknya konflik agraria. Penerbitan SHM di wilayah pesisir adalah bukti nyata. Pemkab Sumenep gagal total dalam mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat,” tegas Roni.

Ia menuding Pemkab Sumenep tidak pernah serius menjalankan mandat Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 terkait redistribusi tanah bagi petani garam maupun para penggarap. Padahal, kebijakan tersebut diyakini mampu mengurangi ketimpangan kepemilikan lahan.

“Jangan bicara merdeka bagi petani kalau UUPA masih diabaikan. Selama negara dan daerah tidak mengimplementasikannya, rakyat kecil akan tetap miskin dan tidak punya tanah untuk digarap,” sambungnya.

Lebih lanjut, Roni juga menilai pemerintah hanya menjadikan isu kedaulatan pangan sebagai jargon kosong.

“Jangan bicara kedaulatan pangan kalau reforma agraria dikubur hidup-hidup oleh rezim hari ini. Pemerintah harusnya berpihak pada rakyat kecil, bukan pada kepentingan elite,” sindirnya.

Sementara itu, perwakilan BPN Sumenep, Wardojo, hanya menyampaikan janji akan mempelajari tuntutan massa. Namun sikap itu dianggap GMNI sebagai bentuk pengabaian dan minim tanggung jawab atas konflik agraria yang semakin membara di Kabupaten Sumenep.