cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Hari ke-15 ORI Campak Rubela, Cakupan Imunisasi di Sumenep Capai 76,8 Persen

Foto : Kepala Dinkes P2 KB Sumenep drg. Ellya Fardasyah, M.Kes.

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kabupaten Sumenep melalui 26 Puskesmas terus menggalakkan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR). Hingga hari ke-15 pelaksanaan, cakupan imunisasi sudah mencapai 76,8 persen dari total sasaran.

Kepala DKPP-KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, menjelaskan bahwa dari total sasaran 73.969 anak, sebanyak 56.800 anak telah diimunisasi per tanggal 11 September 2025 pukul 16.00 WIB.

“Untuk usia 9–12 bulan dari sasaran 3.404 anak, sudah diimunisasi 2.352 (69,3 persen). Usia 12–47 bulan, sasaran 31.237 anak, sudah diimunisasi 21.909 (70,1 persen). Usia 4–6 tahun dengan sasaran 26.308 anak, sudah diimunisasi 21.742 (82,6 persen). Dan usia 7 tahun dari total 13.020 anak, sudah diimunisasi 10.797 (82,9 persen),” jelas Ellya, Jumat (12/9/2025).

Dari 26 Puskesmas, capaian tertinggi diperoleh Puskesmas Giligenting dengan cakupan 96,7 persen (1.514 anak dari 1.565 sasaran). Sedangkan capaian terendah terjadi di Puskesmas Dungkek dengan cakupan 37,7 persen (891 anak dari 2.362 sasaran).

Baca Juga :  BPP Wilayah utara sumenep Gelar Peringatan Hari Krida Pertanian 2025

Ellya mengapresiasi capaian tinggi Puskesmas Giligenting dan mendorong puskesmas lain untuk lebih mengintensifkan program ORI MR dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari kecamatan hingga desa.

Menurutnya, DKPP-KB Sumenep telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, di antaranya penyediaan vaksin dan logistik kesehatan, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Selain itu, fasilitas kesehatan juga ditata agar tersedia ruang isolasi khusus pasien campak.

“Rencana tindak lanjut kami adalah memperkuat surveilans epidemiologi, menganalisis data kasus, serta mengintensifkan penyuluhan kesehatan bersama tokoh masyarakat. Kami juga akan memberi perhatian khusus pada wilayah dengan risiko tinggi,” tambahnya.

Ellya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap gejala campak.

“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala. Kesadaran dan kepatuhan terhadap imunisasi adalah kunci utama mencegah penularan,” tegasnya.