Hari ke-15 ORI Campak Rubela, Cakupan Imunisasi di Sumenep Capai 76,8 Persen

- Redaksi

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Dinkes P2 KB Sumenep drg. Ellya Fardasyah, M.Kes.

Foto : Kepala Dinkes P2 KB Sumenep drg. Ellya Fardasyah, M.Kes.

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kabupaten Sumenep melalui 26 Puskesmas terus menggalakkan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR). Hingga hari ke-15 pelaksanaan, cakupan imunisasi sudah mencapai 76,8 persen dari total sasaran.

Kepala DKPP-KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, menjelaskan bahwa dari total sasaran 73.969 anak, sebanyak 56.800 anak telah diimunisasi per tanggal 11 September 2025 pukul 16.00 WIB.

“Untuk usia 9–12 bulan dari sasaran 3.404 anak, sudah diimunisasi 2.352 (69,3 persen). Usia 12–47 bulan, sasaran 31.237 anak, sudah diimunisasi 21.909 (70,1 persen). Usia 4–6 tahun dengan sasaran 26.308 anak, sudah diimunisasi 21.742 (82,6 persen). Dan usia 7 tahun dari total 13.020 anak, sudah diimunisasi 10.797 (82,9 persen),” jelas Ellya, Jumat (12/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari 26 Puskesmas, capaian tertinggi diperoleh Puskesmas Giligenting dengan cakupan 96,7 persen (1.514 anak dari 1.565 sasaran). Sedangkan capaian terendah terjadi di Puskesmas Dungkek dengan cakupan 37,7 persen (891 anak dari 2.362 sasaran).

Ellya mengapresiasi capaian tinggi Puskesmas Giligenting dan mendorong puskesmas lain untuk lebih mengintensifkan program ORI MR dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari kecamatan hingga desa.

Menurutnya, DKPP-KB Sumenep telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, di antaranya penyediaan vaksin dan logistik kesehatan, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Selain itu, fasilitas kesehatan juga ditata agar tersedia ruang isolasi khusus pasien campak.

“Rencana tindak lanjut kami adalah memperkuat surveilans epidemiologi, menganalisis data kasus, serta mengintensifkan penyuluhan kesehatan bersama tokoh masyarakat. Kami juga akan memberi perhatian khusus pada wilayah dengan risiko tinggi,” tambahnya.

Ellya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap gejala campak.

“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala. Kesadaran dan kepatuhan terhadap imunisasi adalah kunci utama mencegah penularan,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru