cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Jembatan Penghubung Desa Mandala-Pakondang Telan Dana Fantastis, Menjadi Pertanyaan Bagi Warga

Oplus_131072

SUMENEP, DAPURPOS.COM, Pembangunan jembatan penghubung antara Desa Mandala dan Pakondang, Kecamatan Rubaru, Sumenep, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek tersebut menelan dana fantastis, namun menyisakan berbagai pertanyaan terkait transparansi dan kualitas pengerjaan.

Basori, seorang aktivis di Kecamatan Rubaru, mengungkapkan keheranannya atas proyek ini. Ia mempertanyakan apakah pengaspalan yang baru saja selesai termasuk dalam kategori pemeliharaan atau merupakan bagian dari kontrak utama pembangunan jembatan.

“Kami mempertanyakan apakah semua item pekerjaan sudah sesuai kontrak atau tidak. Sebab, prasasti proyek yang sebelumnya tidak ada, kini sudah terpasang rapi. Seharusnya, pekerjaan baru dikatakan selesai 100 persen jika semua item telah terpenuhi sesuai kontrak,” ujar Basori.

Selain itu, ia juga menyoroti peran Dinas PUTR dan konsultan pengawas yang menerima proyek ini meskipun diduga belum sepenuhnya rampung.

“Kalau pekerjaan belum selesai, kenapa bisa diterima? Apakah ini kelalaian dari konsultan perencana yang tidak bisa menghitung volume pekerjaan dengan benar?” lanjutnya.

Jembatan tersebut memiliki panjang 8,8 meter dan lebar 6 meter sebagaimana tertera di prasasti proyek. Namun, besarnya anggaran yang dikucurkan dari pajak masyarakat untuk pembangunan ini dinilai tidak sebanding dengan hasil yang ada, sehingga memicu tanda tanya besar di kalangan warga.

Baca Juga :  Berbagi Tanpa Batas, SMSI Sumenep Sasar Warga Binaan di Bulan Suci

Masyarakat berharap adanya transparansi dari pihak terkait, termasuk Dinas PUTR dan kontraktor pelaksana, guna memastikan proyek ini benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi dan anggaran yang telah ditetapkan.

(jar/red)**