Kadis Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep Menghimbau Masyarakat Waspada DBD Menyambut Musim Penghujan

- Redaksi

Senin, 9 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.Com – Kepala Dinas Kesehatan P2KB (Kadinkes) Kabupaten Sumenep drg Ellya Fardasah M. Kes, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring datangnya musim penghujan yang diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

Dalam keterangannya pada Senin pagi, drg. Ellya mengungkapkan, musim penghujan dapat meningkatkan jumlah genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab penyakit DBD. Oleh karena itu, ia menghimbau agar masyarakat secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di sekitar rumah, seperti dengan menutup rapat tempat penampungan air dan menguras bak mandi.

“Musim hujan meningkatkan risiko penyebaran DBD. Masyarakat harus lebih cermat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menghilangkan tempat-tempat yang dapat menampung air hujan seperti ember, pot bunga, atau wadah plastik yang sudah tidak terpakai,” ujarnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, ia juga telah meningkatkan pemantauan di daerah-daerah rawan DBD dan melakukan fogging (pengasapan) di beberapa titik strategis, namun pemberantasan sarang nyamuk harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

DBD sendiri dapat menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri sendi, sakit kepala, dan ruam pada kulit. Dalam kasus yang lebih berat, DBD dapat menyebabkan perdarahan dan berpotensi mengancam nyawa.

Untuk itu, ibu Ellya mengingatkan pentingnya masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mencurigakan.

“Penanganan dini sangat penting agar tidak berkembang menjadi lebih serius,” tambahnya.

Sebagai penutup, Kadis Kesehatan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengurangi risiko penularan DBD di musim penghujan ini.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB