Lembaga Pers Mahasiswa Serukan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”

- Redaksi

Selasa, 2 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.com -Maraknya kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak menimbulkan adanya fenomena gap gender. Kondisi dimana adanya perasaan superioritas dan lebih besarnya kekuatan antara satu gender ke gender lain yang kemudian menciptakan adanya kesenjangan.

Hal lain juga disebabkan karena adanya pemikiran dan adat istiadat serta norma-norma sosial yang masih kental di masyarakat, seperti adanya pepatah Jawa, bahwa, perempuan memang hanya bertugas sebatas “masak, manak, macak”. Hal ini membuat pergerakan dan potensi perempuan terhalangi.

Keterbatasan kesetaraan perempuan dalam karier dan peran politik masih tergolong minim. Kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak tidak akan terjadi ketika posisinya di rendahkan atau ditaruh dibawah gender lain. Padahal, lebih dari itu perempuan mampu berperan, menyuarakan pendapat, memimpin dan bahkan memberikan sebuah perubahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara sederhana, perempuan dan anak hanya ingin dilihat sebagai seorang individu dan manusia, tanpa melihat gender mereka apa. Diperlakukan tidak menyimpang, tidak terus menerus menjadi korban pelecehan seksual, korban kekerasan, dan mendapatkan hak yang sama dalam segala aspek kehidupan.

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Authentic Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA) menggelar Forum Group Discussion (FGD Maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Authentic Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA) menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang bertema “Bersama Melindungi Perempuan dan Anak dari Segala Bentuk Kekerasan dan pelecehan”

FGD tersebut merupakan inisiasi dari mahasiswa Uniba Madura yang tegabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa Authentic yang mana melalui ke prihatinan mereka karena banyak kasus pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan dan anak.

Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa Uniba Madura, Roby Tri Sulaiman, saat mengutarakan keresahaannya ketika pembukaan acara mengatakan, acara ini merukanan langkah nyata dari komitmen kami untuk menjaga para generasi bangsa yang dalam hal ini perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan.

Mengingat dalam periode sebelumnya di kabupaten Sumenep ada sekitar 12 kasus pelecehan seksual, dan di tahun 2024 kurang lebih juga ada belasan korban pelecehan seksual. Yang itu semua ada yang dilingkup pendidikan ataupun diluar lingkup pendidikan

“Oleh karena itu, Lembaga Pers Mahasiswa Authentic Uniba Madura beserta seluruh civitas akademika memberikan bentuk dukungan melalui kerjasama guna menjembatani seluruh pengawalan bersama pihak terkait yang dalam hal itu instansi, lembaga (stackholder),” kata Roby. Senin (1/7/2024)

Sementara itu, para narasumber juga sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh mahasiswa Uniba Madura yang tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa Authentic, karena berkat acar FGD tersebut nantinya akan mampu mendorong untuk bagaimana mengedukasi, mencegah, dan mengatasi secara maksimal.

Salah satu narasumber dari Dinas Pendidikan, tepatnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si, dalam kesempatan tersebut mengatakan, FGD ini merupakan langkah yang luar biasa yang dilakukan oleh adek-adek mahasiswa Uniba Madura, sehingga kedepan tentu kita beserta pihak terkait yang lain akan lebih berupaya dan berkomitmen untuk mencegah serta menuntaskan apabila semisal ada kejadian seperti itu lagi.

“Tentu saya juga sangat mengapresiasi acara FGD ini, terkhususnya kepada Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa Uniba Madura beserta seluruh ke anggotaannya, sehingga besar pula harapan kami semoga kedepan kita dan seluruh pihak terkait bisa terus bekerjasama dalam hal melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan dan ini pelecehan,” pungkasnya

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya
Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah
Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa
Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi
Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?
Disorot DPRD, Mahasiswa, dan Publik, Sekdes Pagerungan Besar Akhirnya Mundur dari Jabatan Kepala PAUD
Kejari Sumenep Buka Sinyal Baru Kasus Korupsi Logistik KPU, Ekspose Segera Digelar
Menuju Vonis, Kasus Korupsi BSPS Sumenep Masuki Tahap Krusial

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:28 WIB

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:55 WIB

Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah

Senin, 6 Juli 2026 - 13:27 WIB

Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa

Senin, 6 Juli 2026 - 13:20 WIB

Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB