cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Madura Night Vaganza 2024 Stand Berbayar, Sebagian Peserta Mengeluh

SUMENEP,Dapurpos.Com. – Pameran Pembangunan yang dikemas Madura Night Vaganza 2024, yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep diduga menjadi ajang mengeruk keuntungan pribadi pihak panitia dan kroni-kroninya.

Tak tanggung-tanggung, pihak panitia mematok harga 1,5 juta per stand untuk peserta, sedangkan untuk pelaku UMKM dipatok harga 850 ribu. Padahal pihak Pemkab Sumenep sudah menggelontorkan dana sebesar 200 juta, belum lagi dari pihak sponsor yang sudah ikut serta untuk mensukseskan acara tersebut.

Tidak hanya persoalan tenda berbayar, pihak penyelenggara juga memungut uang pendaftaran sebesar 300 ribu pada festival atau parade batik yang juga merupakan bagian dari rangkaian Madura Night Vaganza 2024.

“Iya mas kita bayar sebesar 1,5 juta per stand, itu ada surat edarannya, kita juga dibebankan uang pendaftaran festival batik,” ungkap salah satu peserta yang mengaku sebagai Camat pada media yang tergabung dalam organisasi AWDI

Kabar mengenai sewa stand hingga 1,5 juta rupiah itu dibenarkan oleh EO event Madura Night Vaganza, Sugeng.

“Iya benar pendaftarannya untuk yang OPD dan Kecamatan itu 1,5 juta per tenda, ” kata Sugeng saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya oleh wartawan kanalnews.id. Kamis malam (05/6/2024).

Namun sayang ketika ditanya, apakah harga 1,5 juta itu juga berlaku untuk stand UMKM, Sugeng mengaku tidak tahu. Bahkan dirinya juga mengaku tidak tahu siapa yang mengkordiner stand khusus UMKM.

“Kalau yang UMKM saya tidak tahu berapa pendaftaran atau sewa tendanya. Saya hanya bertanggungjawab yang OPD kalau yang UMKM tidak tahu, ” akunya.

Lantas siapakah yang mengkoordinir stand khusus UMKM dengan nominal sebesar 850 ribu tersebut?, Dapurpos dalam penelusuran lanjutan.