Sumenep, Dapurpos.com – Salah satu bentuk peran pemerintah daerah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) ,Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan setempat menargetkan seluruh penduduk Sumenep dapat memiliki jaminan kesehatan.
Salah satunya dengan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, dimana saat ini penggunaan KTP /KK untuk mempermudah akses layanan di fasilitas kesehatan gratis dan apabila ingin mengaktifkan kepesertaan layanan Kesehatannya cukup hitungan menit masyarakat bisa langsung terlayani, tidak lagi menunggu berhari hari seperti sebelumnya.
Dengan adanya bukti kesaksian dari seorang pasien pengguna UHC yang di rasakan oleh masyarakat langsung yaitu seorang warga Gedungan yang bernama Tarsisius Suripto (54) yang merupakan pekerja kuli panggul es balok mengalami kecelakaan kerja (20/03/24)di tempat kerjanya yang berada di desa gedungan, kecamatan Batuan, Sumenep.

Akibat dari kecelakaan tersebut kuli panggul es mengalami patah tulang di jari tengah kakinya, dan segera dibawa ke RSUD. dr.H.Moh.Anwar Sumenep untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sesampainya di IGD pasien di terima dengan sangat responsif oleh tenaga medis dan langsung di tangani. Dalam penanganan medis si pasien di anjurkan untuk segera di lakukan penanganan operasi pada jari tengah kakinya.
Mendengar hal itu si pasien sempat bingung dan syok karena harus di lakukan operasi, mengingat ketidak mampuan dirinya mengenai biaya operasi yang akan di tanggung nantinya, karena dia sadar hanya seorang pekerja kasar kuli panggul es balok yang pendapatannya hanya cukup untuk biaya makan dalam kesehariannya.
Melihat kondisi psikologis si pasien, petugas rumah sakit memberikan solusi dan masukan kepadanya agar menggunakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepada rakyat nya yaitu UHC. Mendengar solusi dan saran yang disampaikan pihak rumah sakit, akhirnya saya merasa lega serta mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pada tanggal 22 April ’24 pasien dilakukan operasi yang di tangani langsung oleh dokter ahli bedah bersama team yang ada di rumah sakit dr.H.Moh.Anwar, dan pelaksanaan operasinya berjalan dengan lancar dan sukses.
“Rasa terimakasih yang tak terhingga Saya sampaikan kepada pihak pemerintah Kabupaten Sumenep dan rumah sakit beserta tim nakes yang telah memberikan pelayanannya. Sehingga operasi yang dilakukan terhadap saya itu berjalan dengan sukses dan lancar meskipun dengan menggunakan program UHC,saya diperlakukan sama dengan pasien umum lainya.” tuturnya kepada media ini selasa 14 Mei 2024
Direktur RSUD Dr.H.Moh Anwar Sumenep dr Erliyati, M.Kes, sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mengapresiasi kinerja kami tiem Medis dan Dokter.
“Alhamdulilah kalau respon masyarakat bagus. Mudah mudahan menjadi motivasi untuk kita agar terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, “penjelasannya
Ditempat terpisah kepala dinas kesehatan kabupaten sumenep drg. Ellya Fardasah yang diwakili oleh Kabid Yankes Ns Siti Khairiyah S.kep, M.Kes mengatakan
“UHC adalah program pemerintah. Syaratnya sama saja dimanapun berobatnya dengan menunjukkan KTP/KK bisa berobat gratis,Rumah Sakit Swasta menjadi salah satu rujukan dari Puskesmas untuk melayani pengguna UHC apabila Rumah Sakit SWASTA itu bekerja sama dengan BPJS.” Penjelasannya selasa 21 mei 2024
Kata dia, Kalau di puskesmas ada batasan kasus tertentu yang tidak boleh di kerjakan, tapi harus di rujuk ke rumah sakit dengan FKTL (Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut ). Jadi layanan di puskesmas sesuai dengan standart FKTP ( fasilitas kesehatan tingkat pertama ).





