cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

PUTR Sumenep Bentuk Satgas Infrastruktur dan Bencana, Fokuskan Penanganan Cepat dan Tepat

SumenepDapurpos.com Dalam menghadapi musim penghujan dan ancaman banjir di sejumlah wilayah, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep mengambil langkah sigap dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang bertugas menangani berbagai persoalan teknis infrastruktur dan kebencanaan.

Kepala Dinas PUTR, Ir. Eri Susanto, M.Si., mengungkapkan bahwa inisiatif ini dirancang untuk mempercepat respons terhadap kerusakan jalan, drainase tersumbat, hingga persoalan tanggul jebol.

“Satgas ini kami bentuk untuk memperkuat sistem kerja lapangan yang lebih responsif dan terorganisir,” jelas Eri.

Terdapat tiga tim Satgas yang disiapkan, masing-masing dengan tugas dan wilayah kerja spesifik:

Satgas Merah bertanggung jawab atas pembersihan saluran drainase dari sampah dan endapan lumpur agar aliran air tetap lancar.

Baca Juga :  Rapat Kerja Program DPC AWDI Sumenep Tahun 2025

Satgas Hijau difokuskan untuk membersihkan Kali Marengan, sungai strategis yang berperan besar dalam sistem pembuangan air di wilayah kota.

Satgas Kuning bergerak di bidang perbaikan jalan, mulai dari penambalan lubang hingga perawatan akses yang terdampak banjir.

Saat ini, ketiga Satgas telah aktif di lapangan, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti perbatasan Desa Nambakor dan Patean, serta Desa Kebunagung. Meski intensitas hujan mulai menurun, ancaman genangan air dan banjir masih tinggi akibat saluran yang belum optimal dan tanggul yang rusak.

“Kami mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke saluran air. Ini kebiasaan yang masih terjadi dan sangat memicu terjadinya banjir,” tegas Eri. Ia menambahkan bahwa drainase adalah jalur kritis bagi air hujan. Jika tersumbat, maka limpasan air sulit dihindari.

Selain itu, Eri menyoroti kerusakan tanggul di Kali Anjuk, Desa Kebunagung. Ia menyayangkan adanya praktik melubangi tanggul untuk pemasangan pipa saat kemarau.

“Tindakan ini sangat membahayakan. Saat hujan deras, lubang tersebut menjadi titik lemah dan bisa menyebabkan jebol,” ujarnya. Ia mengimbau agar masyarakat menggunakan pompa dari atas tanggul untuk pengambilan air.

Langkah pembentukan Satgas ini menjadi bagian dari transformasi kerja PUTR Sumenep dalam membangun sistem infrastruktur yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif. Pemerintah daerah berharap Satgas ini dapat menjadi garda depan dalam menjaga keberlanjutan layanan infrastruktur, sekaligus mendukung keselamatan masyarakat dari dampak bencana hidrometeorologi.