SUMENEP – DAPURPOS.COM – Seorang aktivis muda yang dikenal sebagai Pemerhati Kesejahteraan Petani, Rama Ramadhan, menyuarakan dukungan kuat terhadap pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan sektor pertanian dan agrobisnis di Indonesia.
Dalam sebuah diskusi Publik bertema “Transformasi Pertanian Digital untuk Petani Mandiri”, Rama menekankan bahwa era digital harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pendapatan petani lokal. Menurutnya, integrasi teknologi AI dapat membantu petani dalam hal prediksi cuaca, manajemen lahan, deteksi penyakit tanaman, serta optimalisasi distribusi hasil panen.
“Petani kita butuh lebih dari sekadar subsidi pupuk. Mereka butuh akses informasi yang akurat, cepat, dan mudah dipahami. Teknologi AI bisa menjadi jembatan menuju pertanian modern yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Rama dalam paparannya. (23/5/25)
Rama juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas petani untuk memperluas akses terhadap teknologi ini. Ia mendorong adanya pelatihan digitalisasi pertanian dan inkubasi bisnis agroteknologi yang ramah bagi UMKM tani.
Selain itu, ia menambahkan bahwa dukungan teknologi juga harus disertai dengan kebijakan perlindungan data dan pendampingan intensif agar petani tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga bagian dari inovator dalam ekosistem agrobisnis digital.
Langkah Rama Ramadhan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk komunitas petani muda dan pelaku startup agritech. Mereka menilai pendekatan berbasis teknologi seperti AI merupakan masa depan pertanian Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan nasional.
(jar/red)





