Sumenep, Dapurpos.com, 25 Juli 2025 — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus mendapat pujian dari masyarakat. Perubahan besar dalam sistem pelayanan yang lebih cepat, ramah, dan empatik kini dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga pasien. Tidak hanya menjadi pusat penyembuhan, RSUD Sumenep kini menjelma sebagai simbol pelayanan publik yang beradab dan berpihak pada rakyat kecil.
Sejumlah pasien menyampaikan apresiasi atas perbaikan layanan yang kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Hafidah (50), warga Kecamatan Dungkek yang menjalani perawatan rawat jalan, menyebut bahwa pelayanan kini jauh lebih tertata, khususnya melalui sistem pendaftaran digital via mobile JKN.
“Pelayanan di RSUD sekarang itu cepat dan manusiawi. Saya pasien BPJS, tapi tidak dibedakan sama sekali. Pendaftarannya mudah, antrian tertib, dan petugasnya ramah,” ungkap Hafidah yang tengah menjalani pengobatan tumor jinak.
Senada, Jamik (40) warga Kecamatan Pasongsongan yang menemani suaminya dirawat inap selama empat hari, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelayanan yang diterima.
“Sejak hari pertama, kami merasa sangat diperhatikan. Perawat sering menanyakan kondisi, dokter rutin kontrol, dan kami merasa dianggap manusia. Hari ini suami saya boleh pulang dalam keadaan sehat. Terima kasih RSUD Sumenep,” ucapnya haru.
Di balik peningkatan kualitas layanan ini, sosok dr. Erliyati, M.Kes., selaku Direktur RSUD Sumenep menjadi figur sentral yang terus menuai pujian. Ia menekankan bahwa pembenahan menyeluruh dilakukan, khususnya pada layanan rawat inap yang menjadi wajah utama rumah sakit.
“Rawat inap adalah cermin dari pelayanan rumah sakit. Kami bekali tenaga medis dengan pelatihan etika, tambahkan tenaga keperawatan, dan perkuat sistem monitoring pasien 24 jam. Kami ingin pasien merasa diperhatikan, bukan sekadar diberi obat,” tegas dr. Erliyati.
Ia menyambut baik apresiasi dari masyarakat, menyebutnya sebagai energi positif dan tanggung jawab moral.
“Pujian dari pasien dan keluarganya adalah bentuk kepercayaan sekaligus motivasi. Kami akan terus melayani dengan hati. Perubahan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh tim rumah sakit, dari dokter, perawat, administrasi, hingga petugas kebersihan,” imbuhnya.
Transformasi besar di RSUD Sumenep tak lepas dari komitmen penuh Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., yang sejak awal masa kepemimpinannya menekankan pentingnya reformasi layanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
“Rumah sakit adalah tempat harapan. Kalau pelayanannya buruk, harapan rakyat ikut mati. Maka saya minta RSUD jadi wajah kemanusiaan pemerintah,” tegas Bupati Fauzi.
Di tangan kepemimpinan yang visioner dan manajemen yang responsif, RSUD Sumenep kini tak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan negara. Reformasi yang dilakukan menjadi tonggak bahwa rumah sakit pemerintah pun bisa memberi pelayanan terbaik—cepat, ramah, berkualitas, dan berpihak pada semua kalangan.





