cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Sekcam Batang-Batang Ajak Refleksi HUT RI ke-80 di Era Teknologi Informasi

Foto : Sekcam Batang - batang Catur Wendra bersama Istri

Sumenep, Dapurpos.com – Momentum Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 menjadi ajang refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk jajaran pemerintahan di daerah. Sekretaris Camat (Sekcam) Batang-Batang, Catur Wendra, bersama istri turut menyampaikan pesan kebangsaan dengan mengajak masyarakat menjadikan HUT RI ke-80 sebagai sarana perenungan di tengah tantangan era teknologi informasi.

Menurut Catur Wendra, 80 tahun Indonesia merdeka adalah perjalanan panjang bangsa dari perjuangan melawan penjajah hingga kini berhadapan dengan tantangan globalisasi dan arus digitalisasi.

“Kalau dulu musuh bangsa adalah kolonialisme, maka sekarang tantangan kita adalah bagaimana agar tidak tertinggal di era teknologi informasi,” tegasnya.

Ia mengingatkan kembali pesan Bung Karno bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas. Di seberang jembatan itulah generasi penerus ditantang untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat perjuangan baru—bukan hanya untuk kemajuan pribadi, tetapi juga dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan, dan menegakkan keadilan sosial.

Baca Juga :  Siang Jalan, Malam Gaspol: Tambang Galian C Diduga Kebal Hukum Warga Resah: “Bencana Sudah di Depan Mata”

Namun, derasnya arus informasi tidak lepas dari ancaman. Disinformasi, perpecahan, hingga ketidakadilan digital bisa menjadi bentuk penjajahan baru apabila masyarakat tidak bijak menghadapinya.

“Karena itu, nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan nasionalisme harus selalu menjadi pondasi agar teknologi tidak melunturkan jati diri bangsa,” ujar Catur.

Sekcam Batang-Batang itu juga menegaskan bahwa refleksi kemerdekaan di era digital bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan komitmen untuk menjadi bangsa pencipta dan penguasa teknologi, bukan sekadar konsumen. Ia mengajak generasi muda Indonesia untuk berani berinovasi, berkarya, serta menjadikan teknologi sebagai senjata baru dalam perjuangan mewujudkan Indonesia berdaulat, adil, dan makmur.

“Delapan puluh tahun merdeka, saatnya Indonesia tidak hanya berdaulat di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital,” pungkasnya.