DAPURPOS.COM, SUMATERA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa status darurat bencana daerah saat ini sudah cukup untuk menangani banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Hal itu disampaikan saat kunjungannya ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin, 1 Desember 2025.
“Kami monitor terus. Saya kira kondisi yang sekarang ini sudah cukup,” ujar Prabowo.
Presiden memastikan bahwa pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa tidak ada instruksi tambahan kepada Basarnas maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebab menurutnya prosedur penanganan bencana di dua lembaga tersebut sudah berjalan dengan baik.
“BNPB reaksinya cukup cepat, TNI sangat cepat, Polri juga cepat. Kita kerahkan juga sudah cukup banyak helikopter, Hercules, pesawat-pesawat kita kerahkan semua,” ujar Prabowo.
Hingga kini, pemerintah belum menetapkan status bencana nasional untuk banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Padahal jumlah korban jiwa terus meningkat dan telah melampaui angka 400 orang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan dalam konferensi pers di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, bahwa total korban meninggal mencapai 442 jiwa, sementara 402 orang lainnya masih dilaporkan hilang hingga Minggu sore, 30 November 2025.
“Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak,” ujarnya.
Rincian Korban di Tiga Provinsi
Sumatera Utara
217 meninggal dunia
209 masih hilang
Korban tersebar di berbagai daerah, di antaranya: Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.
Aceh
96 meninggal dunia
75 hilang
Pengungsi mencapai 62.000 KK
Wilayah terdampak meliputi 11 kabupaten/kota, seperti Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Gayo Lues, hingga Nagan Raya.
Sumatera Barat
129 meninggal dunia
118 hilang
16 luka-luka
Total pengungsi mencapai 77.918 jiwa
Korban tersebar di Kabupaten Agam, Padang Panjang, Padang, Tanah Datar, Solok, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan.
Pemerintah pusat, bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah, masih terus berfokus pada evakuasi, pencarian korban hilang, penyaluran bantuan logistik, serta pemulihan akses transportasi yang rusak akibat banjir dan longsor.
Situasi di beberapa wilayah terdampak disebut masih dinamis, terutama karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.





