DAPURPOS.COM, Jakarta — Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN) bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil menangkap salah satu jaringan narkoba kelas internasional, Dewi Astutik alias Mami, yang disebut sebagai dalang penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle.
Penangkapan ini sekaligus membuka kembali bab besar perburuan jaringan narkoba internasional yang selama ini menjadi salah satu yang paling licin dan berbahaya.
Dewi diciduk aparat gabungan saat berada di Sihanoukville, Kamboja, ketika baru menuju lobi hotel tempat ia menginap.
“Target berhasil diamankan ketika sedang bersama seorang laki-laki,”ujar Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers.
Setelah ditangkap, Dewi langsung dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan ekstradisi menuju Indonesia.
BNN menyebut Dewi bukan sekadar kurir atau fasilitator, tetapi otak operasional jaringan dengan nilai barang bukti mencapai Rp 5 triliun.
Penyelundupan itu diyakini akan meracuni populasi besar, dengan estimasi sekitar 8 juta jiwa dapat terdampak jika pengiriman berhasil. Kini, Dewi menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap:alur pendanaan,jalur penyelundupan lintas negara,serta siapa saja pejabat atau kelompok yang diduga menjadi “punggawa bayangan”.
Meski satu gembong berhasil dibekuk, satu nama besar masih belum tersentuh: Freddy Pratama.
Sejak diburu sejak 2014, keberadaan Freddy masih menjadi teka-teki dunia penegakan hukum internasional.
“Kendalanya, yang dikejar lari. Pindah sana-sini,”kata Brigjen Eko Hadi Santoso.
Meski Interpol sudah menerbitkan Red Notice, Freddy dinilai sangat lihai menyamarkan identitas dan lokasi, termasuk menggunakan struktur kartel modern, jaringan media gelap (dark web), dan mata uang kripto.
Suyudi hanya memberi petunjuk singkat:“Indikasi kuat dia berada di satu negara”, tanpa menyebutkan koordinat atau wilayah spesifik.
Perang Panjang Melawan Mafia Internasional
Penangkapan Dewi Astutik menjadi salah satu capaian penting Indonesia dalam memutus mata rantai narkoba global.
Jaringan narkoba internasional tidak hanya luas, tetapi juga cerdas, terorganisir, dan berlapis.
Pemerintah memastikan operasi gabungan masih akan berlanjut hingga seluruh jaringan berhasil diputus.
Apakah ini menjadi pintu masuk penangkapan Freddy Pratama? Publik kini menunggu bab berikutnya dari perburuan mafia narkoba terbesar Indonesia.





