Anggaran Jembatan Penghubung Desa Pakondang dan Mandala Fantastis, Dugaan Adanya KKN Mencuat

- Editorial Team

Selasa, 8 April 2025 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUMENEP, DAPURPOS.COM Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Desa Pakondang dan Desa Mandala, yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memunculkan berbagai tanda tanya di kalangan masyarakat. Alokasi anggaran untuk proyek ini dinilai sangat fantastis, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya dugaan praktek KKN antara pihak pelaksana proyek, PUPR, dan pengawas.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pembangunan jembatan yang bertujuan untuk mempermudah akses transportasi antara kedua desa ini, terkesan kurang transparan. Masyarakat mempertanyakan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran yang digunakan. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci terkait status pekerjaan proyek serta rincian anggaran yang telah atau akan digunakan.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Presiden Joko Widodo

Bukan hanya soal anggaran, dugaan adanya KKN antara dinas terkait, pelaksana proyek, pengawas, dan perencana kini mulai mencuat. Sejumlah warga setempat merasa bahwa, proses pengawasan dan evaluasi terhadap proyek tersebut tidak berjalan dengan semestinya. Adanya ketidakjelasan dalam pelaksanaan proyek diduga memperburuk situasi, yang menyebabkan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seharusnya proyek sebesar ini bisa lebih terbuka agar masyarakat tidak meragukan keabsahan pelaksanaannya. Anggarannya besar, namun kami tidak tahu kemana saja uang itu dibelanjakan,” ujar Bashori (08/04/25) 

Pihak PUPR diminta untuk segera memberikan penjelasan terkait perkembangan proyek tersebut. Dalam era keterbukaan informasi publik, masyarakat berhak mengetahui dengan jelas tentang penggunaan anggaran negara. Jika dugaan KKN dan ketidaktransparanan ini dibiarkan, maka, akan menimbulkan ketidakpercayaan yang lebih besar terhadap program-program pemerintah yang seharusnya bermanfaat bagi rakyat.

Baca Juga:  Semangat Menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke- 80, Kelurahan Kepanjin Membentuk Panitia 

Sejumlah aktivis transparansi anggaran juga mengingatkan bahwa keterbukaan adalah kunci agar proyek-proyek infrastruktur dapat berjalan dengan efektif dan sesuai dengan peruntukannya. Mereka mendesak agar Inspektorat Sumenep melakukan audit investigasi untuk memastikan anggaran yang dialokasikan tepat sasaran dan tidak ada penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek ini.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang tentang Keterbukaan informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik dengan biaya negara wajib memasang papan nama proyek, memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Warning Pembeli Tembakau: Harga Jangan Tekan Petani di Bawah Titik Impas

Proyek pembangunan jembatan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan dan konektivitas, kini malah memunculkan keresahan yang semakin meluas di kalangan warga .

Sementara pihak PUPR Sumenep belum memberikan tanggapan atau keterangan untuk klarifikasi terkait pembangunan Jembatan penghubung dua desa tersebut. (jar/red)**

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru