DWP Bappeda Sumenep Gelar Pelatihan Ecoprint, Dorong Kreativitas dan Pemberdayaan Perempuan

- Editorial Team

Jumat, 4 Juli 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak dalam gambar Ibu - ibu DWP BAPPEDA  Sumenep

Tampak dalam gambar Ibu - ibu DWP BAPPEDA Sumenep

Sumenep — Dapurpos.com —  Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan melalui kegiatan rutin yang sarat makna. Pada Jumat (04/07/2025), organisasi para istri aparatur sipil negara (ASN) tersebut menggelar pertemuan bulanan yang dirangkai dengan pelatihan keterampilan ecoprint, bertempat di Aula Kantor Bappeda Sumenep.

Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan, kekeluargaan, dan produktivitas. Seluruh anggota DWP Bappeda hadir dengan antusias, mempererat silaturahmi sekaligus menimba ilmu baru yang bernilai positif.

Pelatihan ecoprint yang menjadi inti kegiatan kali ini menghadirkan Ibu Asih Wulandari Arif Firmanto, Ketua DWP Bappeda Sumenep, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, beliau memperkenalkan teknik menghias kain dengan memanfaatkan kekayaan alam sekitar seperti dedaunan dan bunga, tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Dalam keterangannya kepada media, Ibu Asih menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan juga sarana untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian anggota DWP sebagai perempuan yang berdaya. Menurutnya, keterampilan ecoprint sangat relevan dikembangkan saat ini, karena tidak hanya bernilai seni dan kreatif, tetapi juga membuka peluang usaha yang ramah lingkungan.

“DWP adalah wadah strategis bagi kami sebagai istri aparatur sipil negara untuk terus berkembang, berkarya, dan berdaya. Melalui pelatihan ecoprint ini, kita ingin mengenalkan keterampilan yang tak hanya kreatif tetapi juga bernilai ekonomis, sehingga anggota dapat menyalurkan potensi diri sekaligus membuka peluang usaha,” ujar Ibu Asih.

Lebih lanjut, istri Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, ini menekankan bahwa teknik ecoprint sejalan dengan semangat pelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan kekayaan alam sekitar tanpa merusaknya, anggota DWP diajak untuk ikut menjaga keseimbangan ekosistem melalui aktivitas kreatif yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Jembatan Penghubung Mandele-Pakondang Akhirnya Diaspal, Aktivis Pertanyakan Keterlambatan

“Ecoprint adalah contoh sederhana bagaimana kita bisa berkarya sekaligus menjaga lingkungan. Ini bagian dari edukasi kepada anggota agar bijak memanfaatkan sumber daya alam tanpa eksploitasi berlebihan,” imbuhnya.

Sepanjang kegiatan, para peserta terlihat aktif dan antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mulai dari sesi teori tentang pemilihan bahan, pengenalan jenis daun yang menghasilkan motif terbaik, hingga praktik langsung dalam pewarnaan dan pencetakan pola alami ke permukaan kain. Suasana penuh semangat belajar bersama mewarnai seluruh rangkaian acara.

Baca Juga:  SDN Panaongan III Raih Dua Gelar Juara pada Lomba O2SN Tingkat Kecamatan Pasongsongan

Selain menambah keterampilan baru, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong anggota DWP Bappeda untuk lebih produktif dalam memanfaatkan waktu luang, sekaligus memberi kontribusi ekonomi melalui usaha rumahan berbasis kreativitas.

“Dengan semangat kebersamaan dan dukungan satu sama lain, saya yakin DWP Bappeda bisa terus menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan inspiratif,” pungkas Ibu Asih, mengakhiri arahannya.

Kegiatan ini semakin mempertegas peran DWP sebagai organisasi yang tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga aktif mendorong pemberdayaan perempuan untuk berkontribusi nyata di tengah keluarga dan masyarakat. (jar/red).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru