Menkes Tinjau Imunisasi Massal Campak di Sumenep, Target 70 Ribu Anak Tercapai Dua Pekan

- Editorial Team

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat perhatian pemerintah pusat tertuju pada daerah ini. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, turun langsung meninjau pelaksanaan imunisasi di TK-PAUD Qurrotu A’yun, Desa Marengan, Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (28/8/2025).

Kehadiran Menkes ini sebagai respon atas merebaknya kasus campak yang sudah merenggut 20 nyawa anak-anak di Sumenep. Dalam keterangannya, Menkes menegaskan bahwa imunisasi adalah benteng utama untuk mencegah penularan penyakit mematikan tersebut.

“Campak sangat mudah menular, bahkan satu anak yang sakit bisa menularkan ke banyak orang. Tetapi kabar baiknya, kita punya vaksin yang sangat efektif untuk melindungi anak-anak kita,” jelas Budi di hadapan awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menkes menyebut, dalam kondisi KLB seperti ini, pemerintah harus bergerak cepat. Sebanyak 70 ribu anak di Sumenep menjadi target imunisasi massal, dengan harapan penyelesaian dalam waktu dua minggu ke depan.

“Kalau imunisasi selesai sesuai target, kami optimis penularan campak bisa ditekan secara signifikan,” tambahnya.

Menteri juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Sumenep yang dinilai tanggap dan cepat mengerahkan tenaga kesehatan, aparat desa, hingga relawan untuk memastikan imunisasi berjalan lancar.

Baca Juga:  Wabup Sumenep Pimpin Apel Gabungan, Serahkan Hibah Perahu untuk Desa di Kepulauan Kangean

Selain imunisasi, Menkes mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi hoaks terkait vaksin di media sosial. Menurutnya, media memiliki peran besar dalam memberikan edukasi positif tentang imunisasi campak.

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini. Gejala campak yang paling mudah dikenali antara lain demam dan ruam pada kulit. Karena itu, ia meminta agar keluarga, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas turut berperan melaporkan jika menemukan anak dengan gejala tersebut.

Baca Juga:  Sosialisasi Peraturan Bupati Ruangan Bebas Asap Rokok di Rutan kelas IIB oleh DinKes P2KB

Saat ini, sampel pemeriksaan campak dari Sumenep masih harus dikirim ke Surabaya, yang memakan waktu lama. Menkes menargetkan adanya laboratorium uji di Pulau Madura agar proses identifikasi lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kalau hasil laboratorium bisa diperoleh lebih cepat di Madura, penanganan kasus juga bisa lebih segera dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep menegaskan pihaknya siap mendukung penuh langkah Kementerian Kesehatan. Ia menyebut, tenaga medis di seluruh Puskesmas telah dikerahkan dan sistem pelaporan kasus campak diperketat.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat juga aktif membawa anak-anaknya ke pos imunisasi terdekat agar perlindungan maksimal bisa segera tercapai,” ujarnya.

Dengan langkah cepat pemerintah pusat dan daerah, diharapkan penyebaran campak di Sumenep segera dapat ditekan, dan tidak lagi merenggut korban jiwa.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Sumenep Serukan ASN Bergerak, Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa
Sekda Sumenep Soroti Disiplin ASN: Jangan Hanya Rajin Absen, Kinerja Harus Maksimal
9 Bulan Menanti Honor, Bendahara Desa Pagerungan Besar Bungkam Saat Dikonfirmasi.
Wabup Sumenep Apresiasi Forsekdesi, Konsisten Santuni Anak Yatim
Dari Sekolah untuk Keselamatan Laut, KSOP IV Kalianget Bekali Generasi Muda
Lomba Karaoke Kepanjin Meriah, 20 Peserta Adu Bakat Suara Sambut HUT ke-81 RI
PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen
DKPP Sumenep Berangkatkan Tembakau Prancak 95 untuk Dipasarkan ke Mitra PT Jarum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:36 WIB

Sekda Sumenep Serukan ASN Bergerak, Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa

Senin, 14 September 2026 - 20:29 WIB

Sekda Sumenep Soroti Disiplin ASN: Jangan Hanya Rajin Absen, Kinerja Harus Maksimal

Senin, 14 September 2026 - 20:21 WIB

9 Bulan Menanti Honor, Bendahara Desa Pagerungan Besar Bungkam Saat Dikonfirmasi.

Senin, 14 September 2026 - 20:13 WIB

Wabup Sumenep Apresiasi Forsekdesi, Konsisten Santuni Anak Yatim

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Lomba Karaoke Kepanjin Meriah, 20 Peserta Adu Bakat Suara Sambut HUT ke-81 RI

Berita Terbaru