Bapenda Sumenep, Bahasa Madura Harus Jadi Gerakan Bersama untuk Dilestarikan

- Editorial Team

Senin, 8 September 2025 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Dinas Bapenda  Faruk Hanafi, S.Sos. M.Si.

Foto : Kepala Dinas Bapenda Faruk Hanafi, S.Sos. M.Si.

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Bahasa Madura merupakan identitas kultural yang melekat kuat pada masyarakat Pulau Garam. Namun, derasnya arus globalisasi membuat bahasa daerah ini kian terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa ibu. Hal itu ia sampaikan dalam program Berita Bahasa Madura di RRI Pro 1 Sumenep, Senin (8/9/2025).

“Bahasa Madura adalah identitas dan kebanggaan kita. Jika tidak dijaga, bisa saja generasi berikutnya hanya mengenalnya sebatas cerita. Karena itu, pelestarian Bahasa Madura harus menjadi gerakan bersama, baik melalui pendidikan, media, maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Faruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut mantan Camat Kota Sumenep itu, kehadiran program khusus berbahasa Madura di RRI merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi. Ia menilai ruang-ruang publik seperti media massa, sekolah, dan forum komunitas menjadi wadah penting untuk membiasakan penggunaan bahasa daerah agar tetap hidup dan relevan.

Faruk juga mengajak generasi muda untuk tidak malu berbahasa Madura. “Di balik bahasa ada filosofi, tata krama, serta kearifan lokal yang perlu diwariskan. Karena itu, mari kita bangga menggunakan bahasa kita sendiri,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Pemerintah Daerah siap mendukung inisiatif-inisiatif kebudayaan yang sejalan dengan visi pelestarian bahasa. Baginya, melestarikan Bahasa Madura berarti menjaga marwah dan harga diri masyarakat Madura.

“Ini bukan hanya soal bahasa, tetapi juga tentang menjaga akar budaya kita. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan masyarakat luas,” tandasnya.

Faruk optimistis, dengan semakin banyaknya ruang publik yang memberi porsi bagi Bahasa Madura, bahasa daerah ini akan tetap lestari, hidup, dan dicintai lintas generasi.

Baca Juga:  Kepala DKPP Sumenep Dorong Petani Milenial Pasongsongan Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran
Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan
Nilai Anggaran Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Tak Terpampang, Kadisdik Sumenep Panggil Konsultan 
SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI
Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran

Senin, 28 September 2026 - 19:49 WIB

Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan

Berita Terbaru