Sorotan Publik Menguat, Kepala DPMPTSP Sumenep Diminta Pertanggung jawaban

- Editorial Team

Rabu, 10 September 2025 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Aktivis pemerhati lingkungan, Tolak Amir, mendesak Dr. R. Abd Rahman Riadi untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep.

Desakan itu muncul setelah pernyataan Rahman Riadi yang dinilai terkesan mendukung pembangunan tanpa kelengkapan dokumen lingkungan. Menurut Amir, hal tersebut tidak hanya bertentangan dengan aturan perundang-undangan, tetapi juga berbahaya bagi tata kelola pembangunan daerah.

“Pernyataan itu jelas berbahaya. Jika seorang kepala dinas yang mengurusi perizinan saja menyepelekan dokumen lingkungan, bagaimana dengan pelaksana di lapangan? Ini bisa menjadi preseden buruk,” tegas Tolak Amir, Rabu (10/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amir menambahkan, pernyataan Rahman Riadi sekaligus mencerminkan ketidakmampuan memahami regulasi, termasuk kewajiban pemenuhan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau UKL-UPL bagi setiap kegiatan pembangunan.

“Kalau pejabat tidak memahami aturan, apalagi sampai membuat pernyataan yang menyesatkan publik, sebaiknya mundur demi menjaga marwah institusi,” pungkasnya.

Sebelumnya, pernyataan Kepala DPMPTSP Sumenep memang menuai sorotan publik. Saat ditanya terkait izin lingkungan dalam proyek Perumahan Royal Pabian, Rahman Riadi menyebut kegiatan pembangunan tetap bisa dilakukan meski dokumen AMDAL belum lengkap.

“Boleh, kan bisa berproses,” ujarnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (1/9/2025).

Facebook Comments Box

Baca Juga:  Komunitas Konco Lawas Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan
Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru