Diduga Tak Sesuai Skema, Menu MBG di MTsN 2 Sumenep Bikin Wali Murid Heran

- Editorial Team

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Paket Menu MBG Selama 6 Hari Yang Diterima Siswa MTsN 2 Sumenep

Foto : Paket Menu MBG Selama 6 Hari Yang Diterima Siswa MTsN 2 Sumenep

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 2 Sumenep menuai sorotan dari sejumlah wali murid. Pasalnya, makanan yang diterima siswa diduga merupakan jatah selama enam hari yang dibagikan sekaligus dalam satu paket. Kondisi ini memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua, terlebih hingga kini mereka mengaku tidak pernah mendapat penjelasan terkait siapa pihak yang menjadi pengelola program tersebut.

Salah satu wali murid, Hadi, mengungkapkan bahwa sejak program MBG berjalan, tidak pernah ada penjelasan kepada orang tua terkait pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan maupun penyediaan makanan bagi siswa.

“Mulai awal program sampai sekarang kami tidak tahu siapa pengelola MBG ini,” ujarnya kepada media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan muncul setelah wali murid melihat paket makanan yang diterima siswa. Dalam satu paket terlihat beberapa jenis makanan seperti roti, telur, lauk pauk, serta buah-buahan yang dikemas dalam satu wadah.

Baca Juga:  Lita Machfud Arifin Kagum Penampilan Difa Laras, Tegaskan Komitmen Dukung Seni Inklusif di Jatim

Menurut Hadi, jika makanan tersebut merupakan jatah selama enam hari yang dibagikan sekaligus, hal itu dinilai tidak sesuai dengan tujuan program MBG yang seharusnya memberikan asupan gizi secara rutin kepada siswa.

“Kalau memang ini dirapel untuk enam hari jadi satu porsi, wah hebat sekali kalau pengelolanya bisa ambil untung sebesar itu,” katanya.

Program MBG sendiri merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar. Berdasarkan informasi terbaru per Februari 2026, anggaran bahan makanan program tersebut yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.

Baca Juga:  Pelayanan RSUD Moh Anwar Sumenep Tuai Apresiasi, Keluarga Pasien Puji Kinerja Ruang ICU

Sementara total biaya per porsi, termasuk operasional dan fasilitas, dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk siswa SD kelas 4–6, SMP, dan SMA, alokasi anggaran mencapai Rp15.000 per porsi. Rinciannya terdiri dari Rp10.000 untuk bahan makanan, Rp3.000 biaya operasional, dan Rp2.000 untuk fasilitas atau sewa dapur.

Komponen bahan makanan tersebut mencakup menu utama seperti nasi, lauk, sayur, dan buah. Adapun biaya operasional digunakan untuk kebutuhan distribusi, insentif relawan, listrik, air, serta gas. Sedangkan komponen fasilitas dialokasikan untuk sewa dapur, bangunan, dan peralatan memasak.

Wali murid menilai program MBG sejatinya merupakan kebijakan yang baik dari pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa. Namun mereka berharap pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  BPRS Bakti Sumekar Luncurkan Tabungan “Kejar SimPel” Khusus Pelajar di Kabupaten Sumenep

Di sisi lain, pihak sekolah hingga kini belum memberikan penjelasan resmi terkait mekanisme pembagian makanan kepada siswa. Beberapa wali murid menilai sekolah terkesan memilih diam dan tidak dapat menolak pola distribusi makanan dari pihak pengelola program.

Media Dapur Pos juga telah mencoba menghubungi koordinator SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) tingkat kabupaten guna meminta klarifikasi terkait pengelolaan program MBG tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Para wali murid berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan siswa. (adi/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran
Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan
Nilai Anggaran Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Tak Terpampang, Kadisdik Sumenep Panggil Konsultan 
SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI
Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran

Senin, 28 September 2026 - 19:49 WIB

Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan

Berita Terbaru