Miris, Tiga Ruang Kelas SDN Masalima V di Kepulauan Masalembu Ambruk, Siswa Belajar dalam Ancaman

- Editorial Team

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kondisi bangunan sekolah yang belum mendapatkan perhatian dan rehab gedung dari pemerintah.

Foto : Kondisi bangunan sekolah yang belum mendapatkan perhatian dan rehab gedung dari pemerintah.

dapurpos.com/, SUMENEP — Kondisi bangunan SDN Masalima V yang berada di wilayah ujung timur kepulauan, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, memantik keprihatinan para wali murid dan masyarakat setempat. Fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi siswa justru berada dalam kondisi rusak berat dan dinilai jauh dari standar kelayakan.

Selama dua tahun terakhir, para guru dan siswa di sekolah tersebut dihantui rasa takut akibat bangunan yang terus mengalami kerusakan. Meski demikian, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan di tengah keterbatasan dan ancaman keselamatan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Para tenaga pendidik tetap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, meskipun rasa khawatir akan runtuhnya atap dan plafon ruang kelas terus membayangi. Kondisi itu semakin diperparah saat musim hujan dan angin kencang melanda kawasan kepulauan.

Kepala SDN Masalima V, Hasyim, mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu salah satu ruang kelas mengalami jebol dan kini tidak lagi dapat digunakan. Peristiwa tersebut menjadi trauma tersendiri bagi guru maupun siswa.

“Ada tiga ruang kelas yang sudah ambruk dan tidak bisa dipakai lagi, yakni ruang kelas 4, 5, 6 serta ruang kantor yang kondisinya semakin parah. Akibatnya siswa terpaksa belajar di ruang kelas lain yang dijadikan kelas darurat,” ujar Hasyim saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Senin (25/05/2026).

Menurutnya, kondisi serupa juga mengancam ruang kelas lainnya. Kayu penyangga atap di beberapa ruangan telah lapuk dan rawan roboh ketika diterpa angin kencang.

Baca Juga:  BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Luncurkan Program Pembiayaan Khusus Perangkat Desa, Sertifikasi Guru, dan Jasa Pelayanan

Akibat keterbatasan ruang belajar, proses KBM pun berjalan tidak normal. Satu ruang kelas terpaksa digunakan untuk dua rombongan belajar agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran.

“Meski kondisi sekolah sangat memprihatinkan, KBM tetap terlaksana. Kami berharap pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini,” tegasnya.

Data sekolah mencatat jumlah siswa di SDN Masalima V sebanyak 27 orang, terdiri dari:

Kelas 1: 2 siswa

Kelas 2: 4 siswa

Kelas 3: 5 siswa

Kelas 4: 5 siswa

Kelas 5: 8 siswa

Kelas 6: 3 siswa

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi bangunan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Namun hingga kini belum ada tindakan konkret terkait perbaikan sekolah tersebut.

“Katanya tunggu saja,” kata Hasyim menirukan jawaban yang diterimanya dari dinas terkait.

Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumenep, kondisi sekolah di wilayah kepulauan ini dinilai luput dari perhatian. Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjamin keselamatan dan hak pendidikan bagi siswa di daerah terpencil.

Baca Juga:  PRESTASI SDN PANAONGAN III DI AJANG ISCO PENDIDIKAN DINIYAH KECAMATAN

Hasyim berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi musibah yang tidak diinginkan.

“Kami berharap sekolah ini segera dibangun kembali karena sangat membahayakan siswa dan guru,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian kapan perbaikan bangunan sekolah akan dilakukan. Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep disebut masih belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD
Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu
Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu
Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal
DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas
Bupati Fauzi: Masa Depan Sumenep Ada di Tangan Generasi Muda yang Berani Berubah
Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi
Tak Hanya Rangkap Jabatan, Kini Dugaan Mark Up Data Siswa di Pagerungan Besar Jadi Perhatian
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:10 WIB

Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:17 WIB

Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:51 WIB

DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas

Berita Terbaru