Mahasiswa Soroti Pengawasan Inspektorat Sumenep dan Penyertaan Modal BUMD

- Editorial Team

Rabu, 16 September 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP / DAPURPOS.COM — Gerakan Mahasiswa Sumenep melalui Sekretariat Dewan (Sekjen) di Jawa Timur menyoroti pelaksanaan fungsi pengawasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, khususnya terkait kinerja Inspektorat Daerah serta pengelolaan penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sorotan tersebut disampaikan melalui press release yang diterima media ini. Dalam dokumen itu, mahasiswa mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan Inspektorat dalam memastikan berbagai persoalan pemerintahan di Kabupaten Sumenep ditangani secara transparan dan akuntabel.

Dalam press release disebutkan, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 6 Tahun 2024 tentang APBD Tahun Anggaran 2025, anggaran Inspektorat disebut sekitar Rp17,89 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, dokumen Perubahan APBD 2025 Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat anggaran belanja Inspektorat Daerah sebesar Rp17,412 miliar.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan, di antaranya program penunjang urusan pemerintahan, penyelenggaraan pengawasan, serta perumusan kebijakan, pendampingan dan asistensi.

Atas besarnya dukungan anggaran tersebut, Gerakan Mahasiswa Sumenep mempertanyakan efektivitas pengawasan yang dilakukan Inspektorat, terutama dalam merespons berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pemerintahan daerah.

Baca Juga:  GMNI Sumenep Geruduk BPN dan Pemkab: Tuding Pemerintah Biarkan Konflik Agraria Membara

Salah satu persoalan yang disorot berkaitan dengan dugaan persoalan pembelian lahan di Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek.

Mahasiswa menyebut persoalan tersebut sebelumnya telah diadukan kepada Inspektorat Kabupaten Sumenep melalui kanal pengaduan yang disebut sebagai Irban IV.

“Masyarakat masih mempertanyakan kejelasan hasil pemeriksaan, bukti pelunasan pembayaran serta dasar administrasi atas status lahan yang disebut telah tercatat sebagai aset desa,” demikian tertulis dalam press release tersebut.

Gerakan mahasiswa meminta Inspektorat memberikan penjelasan apabila persoalan itu telah dinyatakan selesai. Mereka juga meminta agar hasil pemeriksaan maupun dokumen pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Soroti Tindak Lanjut Temuan BPK

Sorotan mahasiswa juga menyasar tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Dalam press release tersebut, mahasiswa mempertanyakan apakah capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh Pemkab Sumenep telah berjalan seiring dengan penyelesaian dan tindak lanjut atas temuan maupun rekomendasi hasil pemeriksaan.

Baca Juga:  Nyai Hj.Dewi Khalifah Melantik Ranting Dan Anak Ranting Muslimat NU Se Kecamatan Ambunten

Pemkab Sumenep pada 2026 menyatakan kembali memperoleh opini WTP dari BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah. Pemerintah daerah menyebut capaian tersebut merupakan opini WTP kesembilan secara berturut-turut.

Namun, Gerakan Mahasiswa Sumenep menilai capaian opini tersebut tidak semestinya menghentikan proses evaluasi terhadap temuan dan rekomendasi pemeriksaan.

Mereka meminta adanya tindak lanjut terhadap persoalan yang dinilai berulang apabila memang ditemukan ketidaksesuaian atau penyimpangan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Mahasiswa juga mempertanyakan efektivitas mekanisme pengawasan serta tindak lanjut pemeriksaan dari tahun ke tahun.

Penyertaan Modal BUMD Dipertanyakan

Selain fungsi pengawasan Inspektorat, Gerakan Mahasiswa Sumenep turut menyoroti pengelolaan BUMD yang mendapatkan penyertaan modal dari APBD.

Mereka mempertanyakan transparansi penggunaan penyertaan modal tersebut, termasuk jumlah dana yang telah dikucurkan pemerintah daerah, keuntungan yang dihasilkan, serta besaran dividen yang disetorkan kepada Pemkab Sumenep.

“Berapa total modal yang telah dikucurkan? Berapa keuntungan yang dihasilkan? Berapa dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep? Dan apa manfaat nyata BUMD terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat?” tulis mereka dalam press release.

Pertanyaan tersebut pada pokoknya berkaitan dengan transparansi, akuntabilitas, serta manfaat pengelolaan penyertaan modal daerah melalui BUMD.

Baca Juga:  Petani Sumenep Audiensi Pemkab, Tuntut Pergantian Tim Ahli Bupati Bidang Pertanian

Gerakan mahasiswa meminta persoalan tersebut mendapat penjelasan yang terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui sejauh mana penggunaan uang daerah memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Perlu ditegaskan, seluruh persoalan terkait Desa Dungke’k maupun pertanyaan mengenai pengelolaan BUMD yang dimuat dalam pemberitaan ini merupakan sorotan dan pertanyaan yang disampaikan Gerakan Mahasiswa Sumenep melalui press release.

Sorotan tersebut bukan merupakan kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran atau penyimpangan. Konfirmasi dari Inspektorat Daerah, Pemkab Sumenep, pemerintah desa, pengelola BUMD, serta pihak terkait lainnya tetap diperlukan untuk memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.

Facebook Comments Box

Penulis : Adie

Editor : Man

Sumber Berita: Dapurpos.com

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-757 Sumenep, Arif Firmanto Ajak Masyarakat Tinggalkan Jejak Kebaikan Lewat Karya dan Pengabdian
JASTRA Desak Kejari Sumenep Usut Dua Dugaan Korupsi, Rumah Produksi dan Logistik KPU Jadi Sorotan
Prestasi Emil Dardak di ITB, DPD HMP Surabaya: Inspirasi Generasi Muda 
Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Iming-iming Surga dan Umur Panjang, FA Diduga Raup Rp1,3 Miliar dari Pengikut
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
KSOP Kalianget Tegaskan Aturan Keselamatan Pelayaran, Penumpang Diminta Disiplin
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:39 WIB

HUT ke-757 Sumenep, Arif Firmanto Ajak Masyarakat Tinggalkan Jejak Kebaikan Lewat Karya dan Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

JASTRA Desak Kejari Sumenep Usut Dua Dugaan Korupsi, Rumah Produksi dan Logistik KPU Jadi Sorotan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Prestasi Emil Dardak di ITB, DPD HMP Surabaya: Inspirasi Generasi Muda 

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Berita Terbaru