SUMENEP / DAPURPOS.COM — Aksi unjuk rasa yang dilakukan Gerakan Mahasiswa Sumenep (GMS) mendapat respons humanis dari Kepala Inspektorat Kabupaten Sumenep, Raden Ahmad Syahwan Efendi.
Raden Ahmad Syahwan Efendi memilih menemui langsung massa aksi dan menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Dialog berlangsung secara terbuka sebagai bentuk komitmen Inspektorat Kabupaten Sumenep dalam merespons laporan maupun pengaduan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Inspektorat menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap setiap laporan yang disampaikan masyarakat maupun mahasiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami siap menerima laporan dan akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku. Untuk eksekusi, ada pihak APH (aparat penegak hukum) yang melakukan,” ujar Raden Ahmad Syahwan Efendi.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti kebijakan yang diterapkan oleh Inspektur Pembantu (Irban) sebelumnya. Namun, sejak adanya Irban yang baru, dirinya telah menegaskan bahwa setiap pengaduan masyarakat harus menjadi perhatian.
“Irban yang lama mungkin ada kebijakan, saya tidak tahu. Tapi ketika Irban yang baru, saya sampaikan bahwa setiap aduan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Menurutnya, setiap laporan yang masuk perlu ditangani melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku. Hal tersebut penting agar proses pemeriksaan maupun tindak lanjut terhadap sebuah aduan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Sikap tersebut sekaligus menunjukkan keterbukaan Inspektorat Kabupaten Sumenep dalam menerima kritik, laporan, dan aspirasi publik. Pendekatan dialogis dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Pantauan media ini, Kepala Inspektorat Kabupaten Sumenep Raden Ahmad Syahwan Efendi tampak menerima massa GMS secara langsung dan mendengarkan sejumlah aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Penulis : Adie
Editor : Man
Sumber Berita: Dapurpos.com













