cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Kurir Jasa Pengiriman SPX di Desa Gadu Timur Mengecewakan Karena Tidak Sesuai SOP

SUMENEP, DAPURPOS.Com Adanya aplikasi shopee atau jual beli online sangat membantu konsumen dalam memilih untuk berbelanja salah kebutuhannya. Konsumen dimanjakan hanya dengan memesan kebutuhannya melalui gadget dan barang itu sudah diantarkan ke alamatnya. Dalam hal ini pihak penjual bekerja sama dengan jasa angkut dan pengiriman barang kepada konsumennya.

Namun, apa yang terjadi terhadap salah seorang konsumen di desa Gadu timur sungguh sangat tidak baik, dikarenakan ulah oknum kurir pengantar barang yang tidak peofesional dalam menjalankan tugasnya. Kamis 20/02/2025.

Salah seorang kurir dengan inisial AM meminta kepada konsumen untuk menjemput barang pesananannya dengan cara ketemuan di jalan, hal ini pihak kurir sudah tidak mematuhi dan melanggar SOP perusahaan tempat dia bekerja. Untuk ini pihak konsumen merasa sangat kecewa dengan pelayanan dari perusahaan jasa tersebut, dan si pemesan dalam hal ini masih bisa memaklumi dan mengalah menuruti permintaan dari kurir tersebut karena merasa kasihan.

Baca Juga :  BPRS Sumenep Luncurkan Tabungan SimPel untuk Pelajar

Untuk selanjutnya konsumen memesan barang kembali di aplikasi yang sama, oleh pembeli paket barang agar nantinya disampaikan kerumahnya, namun si kurir merasa menyesal karena mengantarkan paket ke alamat rumahnya dengan alasan terlalu jauh dan bukan wilayah kerja yang bersangkutan. Dan yang lebih aneh lagi si kurir meminta kepada konsumen agar merubah alamat rumahnya ke desa tetangga. Padahal waktu pemesanan barang, konsumen atas nama Sudirman memakai alamat sesuai dengan kartu tanda penduduknya (KTP).

sudah ada 6 sampai 7 paket pesanan sudirman di return tanpa sepengetahuannya atau konfirmasi kepadanya, dan setelah dilakukan pengecekan di aplikasi shopee maka disana ada keterangan :

“Pengiriman ditunda, Pembeli menjadwalkan ulang waktu pengiriman, Pengiriman ulang akan di lakukan besok.” begitu isi keterangan di aplikasi shopee jelasnya.

Ketika media ini menanyakan kepada sudirman perihal kedatangan pesanan paketnya, yang bersangkutan mengatakan,

“Saya tidak pernah menerima telpon dari kurir sama sekali hari ini dan saya tidak kemana-mana karena takut ada kurir yang mengantarkan paket, dan ternyata tidak di antarkan oleh kurir, ketika dicek dalam aplikasi, ternyata melihat keterangannya gagal dikirim” ungkapnya.

Menurut sudirman, tugas seorang kurir itu harus mengantarkan dan bertanggung jawab atas barang pesanan tersebut sampai ditangan konsumennya.

“Dan yang lebih parah lagi si kurir selalu meminta lebih dari harga yang sudah tertera, misalnya, dari harga Rp.25.200,- itu bukan minta Rp.25.500,- tapi dibulatkan menjadi Rp.26.000,- per paket, itu sudah ada selisih Rp.800,- kalau sampai ada seratus paket atau seribu, berapa keuntungan yang diperoleh kurir tersebut” tambahnya.

“Pada kasus ini, besok saya akan mendatangi kantor pelayanan jasa SPX untuk melaporkan dan menanyakan profesionalisme kurirnya dalam melaksanakan tugasnya.” Pungkasnya

(jar/red).