Sumenep – Dapurpos.com – Kondisi jalan rusak parah di Dusun Gelugur Tengah, Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, mendapatkan sorotan tajam dari Aktivis anti Korupsi. Jalan yang menjadi akses Masyarakat dilaporkan belum pernah mendapat perbaikan selama lebih dari satu dekade,meskipun telah terjadi pergantian kepemimpinan desa dari kepala desa sebelumnya ke penjabat (Pj) kepala desa saat ini.
Saat musim hujan, kondisi jalan semakin memprihatinkan. Jalan berubah menjadi kubangan berlumpur, menyulitkan aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah dan petani yang menggantungkan mobilitas mereka di jalur tersebut.
“Sudah puluhan tahun jalan ini rusak parah, tapi sampai sekarang belum ada perhatian serius dari pemerintah desa. Padahal, jalan di dusun lain sudah banyak yang dibenahi,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (10/6/2025).
Menanggapi keluhan warga, aktivis anti korupsi yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiraraja, Tolak Amir, meninjau langsung lokasi dan membenarkan kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat.
“Berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan, kondisi jalan memang tidak layak sama sekali dan sangat memerlukan perhatian pemerintah desa,” ujar Amir.
Ia juga menyoroti besarnya Dana Desa (DD) yang dikucurkan untuk Desa Gelugur, yakni sebesar Rp 707.113.000 pada tahun 2023 dan meningkat menjadi Rp 967.075.000 pada tahun 2024.
“Dengan besaran anggaran tersebut, kami berharap pemerintah desa dapat lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur jalan yang menjadi akses vital warga,” tegas amir
(jar/red)**





