Pemkab Sumenep Matangkan Perencanaan Pembangunan Inklusif Melalui FGD IPP dan IPK di Kota Batu

- Editorial Team

Senin, 4 Agustus 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurpos.com, Sumenep –  Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berbasis keadilan sosial melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) berbasis data Indeks Pemberdayaan Perempuan (IPP) dan Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) tahun 2025–2029.

Bertempat di Kusuma Agrowisata Resort & Hotel, Kota Batu, Jawa Timur, kegiatan strategis ini digelar dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep. Acara ini melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi perempuan, akademisi, hingga tim konsultan kebijakan.

“RAD ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tapi panduan arah untuk memastikan bahwa kaum perempuan dan pemuda benar-benar mendapat tempat yang layak dalam agenda pembangunan,” ungkap Kepala Disbudporapar Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., dalam sambutannya, Senin (04/08/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Iksan menjelaskan bahwa IPP dan IPK adalah instrumen evaluatif yang memotret seberapa besar peran serta perempuan dan pemuda dalam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga politik.

“Kalau kita bicara pembangunan, maka kita tidak bisa mengesampingkan kelompok-kelompok yang selama ini kurang mendapat sorotan. IPP dan IPK ini semacam cermin untuk melihat apakah arah kebijakan kita sudah benar,” tambahnya.

FGD ini menjadi ajang urun rembuk antar OPD, yang masing-masing menyumbang perspektif sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Dari sektor kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga ekonomi kreatif, semua duduk bersama mencari jalan keluar konkret bagi tantangan yang dihadapi kelompok rentan.

Baca Juga:  Semangat Menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke- 80, Kelurahan Kepanjin Membentuk Panitia 

Berbagai masukan pun mengalir dari peserta FGD, khususnya terkait pentingnya penyusunan kebijakan berbasis data terpilah dan analisis gender. Ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya penyusunan kebijakan yang lebih responsif dan berkeadilan.

“Kita ingin RAD ini tidak hanya berhenti di meja birokrasi, tapi benar-benar menjadi acuan dalam menyusun program dan kebijakan ke depan. Kita bicara masa depan Sumenep, dan itu berarti kita bicara perempuan dan pemuda,” tegas Iksan.

Selain sebagai forum teknis, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi antar pihak yang memiliki peran dalam perencanaan pembangunan daerah. Semangat kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan bahwa IPP dan IPK dapat digunakan secara optimal dalam setiap perumusan kebijakan.

Baca Juga:  Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Dengan pendekatan partisipatif dan komprehensif, Pemkab Sumenep berharap hasil revisi RAD serta penghitungan indikator IPP dan IPK mampu memberikan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran, adaptif, dan inklusif.

“Ini adalah langkah nyata kami dalam memastikan tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan. Ini bukan kerja satu dinas, ini kerja kolektif untuk mewujudkan Sumenep yang lebih adil dan setara,” pungkas H. Moh. Iksan dengan penuh optimisme.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD
Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu
Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu
Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal
DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas
Bupati Fauzi: Masa Depan Sumenep Ada di Tangan Generasi Muda yang Berani Berubah
Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi
Tak Hanya Rangkap Jabatan, Kini Dugaan Mark Up Data Siswa di Pagerungan Besar Jadi Perhatian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:10 WIB

Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:17 WIB

Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:51 WIB

DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas

Berita Terbaru