DAPURPOS.COM, SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menguatkan peran kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan pembinaan lanjutan 25 Kompetensi Kader Posyandu yang digelar pada Kamis, 28 November 2025 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.
Sebanyak 60 kader posyandu dari berbagai wilayah di Sumenep mengikuti kegiatan ini. Mereka sebelumnya telah menyelesaikan pelatihan daring yang diselenggarakan oleh Bapelkes Murnajati Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari program peningkatan kualitas tenaga pendukung kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Desy Febryana, S.ST., M.MKes, menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan posyandu dan memperkuat edukasi kesehatan berbasis masyarakat.
“Kader posyandu bukan hanya pelaksana kegiatan rutin kesehatan di desa, tetapi agen perubahan yang memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat keluarga dan masyarakat. Dengan pembinaan kompetensi ini, kami ingin memastikan kader bekerja lebih profesional, komunikatif, dan berbasis data,” ujar Desy.
Para peserta dibekali pendalaman materi melalui sesi diskusi, praktik lapangan, simulasi, dan penilaian ulang kemampuan. Sejumlah fokus peningkatan yang diberikan meliputi:
Manajemen data posyandu berbasis digital
Pencegahan stunting dan gizi buruk
Pemantauan tumbuh kembang balita
Pendampingan ibu hamil risiko tinggi
Komunikasi efektif dan edukasi kesehatan keluarga
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, apresiasi atas antusiasme para kader. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan daerah sangat ditentukan oleh peran aktif dan kompetensi kader di lapangan.
“Kader posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan preventif, dan tanpa kader yang terlatih, program kesehatan tidak akan berjalan optimal. Pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat kapasitas kader agar mereka mampu beradaptasi dengan tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, mulai dari stunting, penyakit menular, hingga edukasi gaya hidup sehat,” tegasnya.
Ia juga berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas posyandu di wilayah masing-masing.
Salah satu kader yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru sekaligus menyegarkan kembali materi yang telah didapat saat pelatihan daring.
Kegiatan pembinaan ini direncanakan akan dilakukan secara berkala sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan posyandu dan memperkuat indikator kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumenep.





