Gubernur Aceh Sebut Bencana Banjir dan Longsor Seperti “Tsunami Kedua”, Empat Kampung Hilang Tersapu Air

- Editorial Team

Senin, 1 Desember 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, Banda Aceh — Situasi darurat bencana kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh. Dalam apel Tim Recovery Bencana yang digelar di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Sabtu (29/11), Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang dikenal dengan sapaan Mualem menyampaikan kondisi memilukan yang terjadi akibat banjir dan longsor besar yang menerjang beberapa daerah.

Dalam sambutannya, Mualem menyebut bahwa sedikitnya terdapat empat kampung yang hilang tersapu banjir bandang dan longsor. Empat wilayah tersebut meliputi:

Baca Juga:  Bupati Sumenep Warning Pembeli Tembakau: Harga Jangan Tekan Petani di Bawah Titik Impas

Sawang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jambo Aye di Aceh Utara

Peusangan di Bireuen

“Empat kampung itu hilang, kita tidak tahu entah ke mana. Aceh sekarang seperti tsunami kedua,” ungkap Mualem dengan suara berat.

Banjir besar yang melanda sejak pekan lalu telah membuat ribuan warga mengungsi, sementara akses jalan di banyak wilayah terputus akibat longsor dan rusaknya jembatan.

Pada Senin (1/12), sejumlah bantuan logistik dan peralatan darurat mulai berhasil masuk ke wilayah yang terdampak berat, terutama di daerah yang terisolasi. Bantuan dilaporkan sudah mencapai:

Baca Juga:  45 Stan UMKM Ludes, 38 Peserta Ramaikan Lomba Karaoke HUT RI ke-81 di Bangselok

Kabupaten Aceh Tengah

Bener Meriah

Gayo Lues

Aceh Tamiang

Namun demikian, distribusi bantuan masih terkendala kondisi medan. Hingga kini, sebagian besar jalur darat dilaporkan putus sehingga bantuan hanya bisa dikirim melalui jalur udara.

“Skala bantuan masih kecil karena akses ke daerah terisolir hanya bisa melalui udara. Sementara jalur darat masih belum dapat dilalui,” kata salah satu petugas logistik dalam laporan lapangan.

Pemerintah Aceh melalui tim penanganan bencana mengimbau warga di daerah rawan banjir, longsor, dan daerah aliran sungai agar tetap siaga mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan masih mungkin terjadi.

Baca Juga:  Halal Bihalal dan Pelepasan Kepala Bappeda Lama

Tim evakuasi gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan lokal hingga organisasi kemanusiaan terus bekerja untuk mencari korban hilang dan mempercepat pemulihan akses.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru