DAPURPOS.COM, ACEH — Di balik tragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir, tersimpan sebuah kisah yang membuat banyak orang terdiam dan menahan haru. Sebuah kisah tentang akhir hidup yang bukan hanya menyentuh, tetapi juga menggugah keimanan.
Saat tim evakuasi bersama warga melakukan pencarian korban di Desa, mereka menemukan seorang perempuan paruh baya dalam keadaan berbeda dari korban-korban lain. Ia ditemukan masih mengenakan mukena putih, tubuhnya utuh dan tenang meski tertimbun material lumpur.
Namun yang membuat semua orang terpaku bukan hanya kondisinya ,melainkan posisinya. Sang ibu ditemukan dalam keadaan sujud.
Putranya, Ahmad Zulfikar (28), yang ikut melakukan pencarian, tak kuasa menahan tangis ketika mengenali tubuh itu sebagai ibunya.
“Saya tidak sanggup bicara saat melihatnya,” ujar Ahmad dengan suara yang nyaris pecah.
“Saat dunia runtuh, Ibu tidak lari. Beliau tetap dalam sholatnya.”
Menurut penuturan keluarga, sang ibu sedang menjalankan salat ketika banjir bandang menerjang pemukiman. Waktunya yang begitu singkat membuat sebagian warga bahkan tidak sempat menyelamatkan diri.
Ahmad memeluk mukena ibunya yang kini dingin dan berlumpur, seolah masih ingin merasakan kehangatan kasih sayang yang selama ini memeluknya.
“Saya kehilangan Ibu, tetapi saya melihat cara Allah memuliakannya,” ucapnya dengan air mata yang belum juga berhenti.
“Beliau tidak pergi sebagai korban bencana. Beliau pulang sebagai hamba yang sujud.”
Warga yang menyaksikan proses evakuasi menyebut peristiwa ini bukan sekadar kehilangan, tetapi juga pengingat tentang kekuatan iman.
Salah satu relawan evakuasi mengatakan, bahkan di tengah situasi penuh kesedihan, suasana mendadak hening dan khusyuk ketika posisi jasad tersebut terlihat.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian musibah yang terjadi. Di tengah kehancuran dan kesedihan, muncul satu kisah yang memberikan cahaya: kisah tentang seorang ibu dari Aceh yang berpulang dalam keadaan paling mulia , sujud di hadapan Tuhannya.





