cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Dinkes P2KB Sumenep Perketat Pengawasan Pangan Selama Ramadan 1447 H

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Dalam rangka memastikan keamanan dan kesehatan masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep (Dinkes P2KB) memperketat pengawasan terhadap peredaran pangan di sejumlah titik strategis.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mitigasi kesehatan guna mencegah potensi gangguan kesehatan masyarakat selama bulan puasa.

“Selama Ramadan, kami secara konsisten melakukan pemantauan keamanan pangan, baik terhadap makanan yang diperjualbelikan oleh pedagang maupun yang dibagikan oleh komunitas kepada masyarakat,” ujarnya.Sabtu(21/2/26)

Menurutnya, peningkatan aktivitas penjualan takjil dan makanan berbuka puasa berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak disertai dengan standar higienitas dan keamanan pangan yang memadai. Oleh sebab itu, petugas kesehatan diterjunkan untuk melakukan inspeksi mendadak, pengambilan sampel, serta edukasi langsung kepada para pedagang.

Baca Juga :  Dugaan Nepotisme di Desa Gaddu Timur, Kecamatan Ganding: DPMD dan Bupati Sumenep Diminta Bertindak Tegas

Pengawasan difokuskan pada pasar tradisional, pusat jajanan takjil, serta lokasi pembagian makanan gratis yang biasanya ramai menjelang waktu berbuka. Pemeriksaan meliputi aspek kebersihan, penggunaan bahan tambahan pangan, masa kedaluwarsa, hingga cara penyimpanan makanan.

Selain pengawasan lapangan, Dinkes P2KB juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan berbuka. Warga diimbau memastikan makanan yang dibeli dalam kondisi baik, tidak berbau menyengat, tidak berubah warna, serta disajikan secara higienis.

Baca Juga :  Meskipun Cuti Sebagai Bupati Sumenep,Achmad Fauzi Wonsojudo Tetap Perduli Terhadap UMKM 

drg. Ellya menambahkan, langkah preventif ini diharapkan mampu menekan potensi kasus keracunan makanan maupun gangguan pencernaan yang kerap meningkat saat Ramadan.

“Ramadan adalah momentum ibadah. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan puasa dengan aman, sehat, dan nyaman,” tegasnya.

Dinkes P2KB juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan dugaan makanan tidak layak konsumsi agar dapat segera ditindaklanjuti. Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah daerah berharap stabilitas kesehatan publik selama Ramadan 1447 H tetap terjaga.