Jalan Hancur dan Minim Listrik, Warga Kepulauan Sumenep Tagih Perhatian Pemprov Jatim

- Editorial Team

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Kondisi infrastruktur di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat yang tinggal di sejumlah pulau seperti Pulau Raas, Pulau Sapudi, Masalembu, Sapeken, dan Kangean menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan serta minimnya penerangan listrik yang dinilai belum mendapat perhatian serius.

Wilayah yang mayoritas dihuni oleh nelayan tradisional tersebut dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun di sisi lain, masyarakat setempat mengaku masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi maupun sosial.

Baca Juga:  Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep Laksanakan Upacara Peringati Hari Guru Nasional 2024

Kondisi jalan di sejumlah wilayah kepulauan itu dilaporkan semakin memburuk seiring datangnya musim hujan. Banyak ruas jalan berlubang yang berubah menjadi kubangan lumpur sehingga menghambat mobilitas warga. Bahkan, akses menuju fasilitas pendidikan turut terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jeritan siswa-siswi dan para guru semakin terdengar keras. Mereka adalah anak bangsa, regenerasi bangsa Indonesia. Dimanakah nurani Gubernur Jatim disimpan?” ujar Ketua DPD PWRI Jawa Timur, Ridwan, dalam keterangannya yang beredar di sejumlah situs jurnalis lokal di Sumenep dan Jawa Timur.

Ridwan menilai, keberadaan wilayah kepulauan tersebut seolah tidak menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah. Padahal, menurutnya, pemerintah provinsi memiliki tanggung jawab memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Baca Juga:  Tunjukkan Sikap Arogan, Kepala SDN Duko 1 Abaikan Teguran Kabid PK Disdik Sumenep

Ia juga menyinggung kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dinilai belum memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan dasar masyarakat di kepulauan Sumenep.

“Perhatian pemerintah provinsi seolah lebih banyak terpusat di kota-kota besar di wilayah daratan. Padahal, kepulauan Kabupaten Sumenep juga merupakan bagian dari Provinsi Jawa Timur yang berhak mendapatkan pembangunan yang setara,” tegasnya.

Menurut Ridwan, hingga kini masyarakat kepulauan masih menaruh harapan besar terhadap pembangunan infrastruktur jalan serta penyediaan penerangan listrik yang memadai. Namun harapan tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud.

Baca Juga:  Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, lima wilayah kepulauan tersebut disebut belum pernah menerima bantuan keuangan dari pemerintah provinsi sejak tahun anggaran 2012 untuk perbaikan infrastruktur jalan maupun penerangan listrik.

“Jika kepulauan ingin diakui oleh pemerintah provinsi, mungkin saja harus dirubah namanya menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep agar tidak dianak tirikan,” pungkasnya.

(adi/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek
Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD
Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu
Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu
Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal
DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas
Bupati Fauzi: Masa Depan Sumenep Ada di Tangan Generasi Muda yang Berani Berubah
Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 15:49 WIB

Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:10 WIB

Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:17 WIB

Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal

Berita Terbaru