cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Anak Kecanduan Gedget Hati Hati, Begini Penjelasan Dokter Sepesialis Poli Mata RSUD dr Moh. Anwar Sumenep

Sumenep | Dapurpos.com – Tak bisa dipungkiri bahwa gadget sudah menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak zaman sekarang. Apalagi sejak pandemi COVID-19, alat-alat elektronik, seperti handphone, laptop, tablet, dan lainnya semakin sering digunakan untuk belajar maupun hiburan anak.

Gadget sebenarnya tidak sepenuhnya memberi dampak buruk. Peralatan elektronik tersebut bisa memudahkan anak dalam belajar dan mencari informasi, maupun untuk memberikan hiburan yang bisa mengasah otak anak.

Meski begitu, orang tua tetap perlu memperhatikan penggunaan gadget pada anak. Sebab, menghabiskan waktu berjam-jam di depan gadget bisa membuat anak-anak lama kelamaan menjadi kecanduan .

Selain menyita waktu dan intraksi pada orang lain, kecanduan gadget akan menggangu pada kesehatan terutama pada mata. Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengharapkan para pemangku kepentingan dan masyarakat semakin peduli dengan kesehatan mata.

Oleh sebab itu, dokter Spesialis di Poli Mata RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep dr. Karnedi, SP. M dan dr. Fardian Yedasukma, SP. M memberikan edukasi dalam podcast mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata anak ditengah kecanduan anak pada gadget.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Salurkan Tunjangan Kehormatan 2025: Wujud Penghargaan bagi 1.225 Guru Ngaji Penjaga Moral Generasi

Spesialis mata ini menyampaikan, untuk menjaga anak balita (umur dibawah 5 tahun) yang pertama seharusnya tidak boleh kontak langsung dengan gadget. Namun demikian kata dr. Karnedi, SP. M , kondisi jaman modern saat ini cara mengatasinya harus dengan benar dan serius.

Dr. Karnedi, SP. M menjelaskan, jika anak sudah terlanjur kecanduan gadget, saat orang tua melarang untuk main gadget anak balita akan nangis terus menerus dan berakibat pada gangguan psikologi anak. Maka untuk menghindari hal tersebut, orang tua harus bisa membatasi anak main gadget paling lama dengan durasi waktu 20 menit.

 

“Tapi yang dua puluh menit diselingi lagi, dua puluh menit main gadget, dua puluh menit istirahat, istirahat dan betul betul tidak melihat gadget lagi, ” Jelasnya di podcast yang dipandu Henman Wahyudi, S.I Kom di kanal YouTube resmi RSUD dr. H. Moh. Anwar. 

 

Baca Juga :  Perebutan Kursi Sekda Sumenep Memanas, Akankah Seleksi Diulang? Tiga Calon Terancam Gigit Jari

Seharusnya lanjut dr. Karnedi, SP. M, 60 menit untuk anak dibawah lima tahun, tetapi untuk usia anak diatas 5 tahun ada aturannya lagi 2×60 menit. Tetapi tetap diselingi dengan istirahat ada rumusnya 20 menit.

Ditempat yang sama, dr. Fardian Yedasukma, SP. M menjelaskan tentang gejala Computer Vision Syndrome. Menurutnya ada banyak sebenarnya gejala dari Computer Vision Syndrome diantara yang paling sering adalah penglihatan anak mulai menurun atau kabur.

 

” Biasanya kalo balita, kalo berjalan mulai agak terganggu. mungkin karena penglihatan kabur. yang kedua ada penglihatan dobel jadi ada dua bayangan, karena matanya lelah dikarenakan keseringan main gadget, ” Kata dr. Fardian.

Penulis: AIDA & teamEditor: Redaksi