Bupati Achmad Fauzi,S.H,M.H, Berhasil Menurunkan Angka Sunting di Kabupaten Sumenep

- Redaksi

Sabtu, 25 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.com – Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menekan angka stunting. Salah satunya Dinas kesehatan P2KB sumenep berkalaborasi dengan tim pengerak TP PKK Kabupaten. Kecamatan, kader PKK desa.

Sesuai data dari Dinas kesehatan Kabupaten Sumenep bahwa pada tahun 2022 angka stunting mencapai 21, 6 persen, dan ditahun 2023 turun menjadi 16,7 persen,dengan RPJMN 2020 – 2024 target yang harus di capai secara nasional pada tahun 2024 , prevalensi stunting sampai 14 persen

Guna pencapaian sesuai dengan angka nasional 14 persen, pemerintah kabupaten Sumenep melalui Tim pennggerak PKK berkolaborasi dengan lintas sektor, Dinkes P2KB Sumenep, kecamatan, desa, membuat inovasi Sumenep dengan sebutan bersama perhatikan balita stunting (Samper Alenteng)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep drg Ellya Fardasah melalui Kabid Kesmas Desy Febryana, S.ST. M.M.Kes menyampaikan, ada beberapa inovasi program pemerintah mengenai penurunan Stunting.

Salah satu program untuk menurunkan Stunting yang di sebut Samper Alenteng yang merupakan inovasi cetusan dari Ketua TP PKK Kanbupaten Sumenep yakni Nia Kurnia Fauzi

“Inovasi Samper Alenteng, TP PKK berkolaborasi dengan Dinkes P2KBKB turun ke desa desa yang merupakan lokus stanting, dengan memberikan edukasi yang sekaligus memberikan bantuan makanan sebagai penambah gizi,” kata Desi, panggilan akrab Kabid Kesmas. saat di hubungi melalui sambungan teleponnya. Kamis (23/05/2023).

Bahkan, melalui inovasi Samper Alenteng juga melakukan pendampingan terhadap orang yang Stunting.

Desy memaparkan bahwa, ada beberapa faktor terjadinya Stunting, Kurang Gizi dalam Waktu Lama, Pola Asuh Kurang Efektif, Pola Makan, Tidak Melakukan Perawatan Pasca Melahirkan, Gangguan Mental dan Hipertensi Pada Ibu, Sakit Infeksi yang Berulang, Faktor Sanitasi.

“Kurangnya asupan gizi dikarenakan faktor ekonomi merupakan penyebab Stunting, akan tetapi perlu di ingat bahwa orang yang keberadaannya di atas rata rata bisa terjadi Stunting apabila pola asuh terhadap anak kurang di perhatikan,” paparnya

Lingkungan juga sangat berpengaruh dalam terjadinya Stunting.

“Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita serta diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu lama dapat mengakibatkan stunting,” terangnya.

 

“Kami pemerintah kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan P2KB melakukan kolaborasi dengan lintas sektor guna mewujudkan penurunan angka Stunting, seperti memberikan asupan gizi kepada penderita Stunting, mengecek wilayah mengenai sanitasinya serta dari Dinas Sosial pemberian bantuan PKH kepada keluarga tidak mampu dan yang lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi dalam setiap kunjungannya ke tempat anak penderita Stunting bersama kader PKK Kecamatan dan desa selalu memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya mengkonsumsi makanan sehat bergizi sebelum dan selama masa hamil dan menyusui.

“Stunting ini tidak hanya diderita oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah, tapi juga kalangan menengah ke atas banyak juga yang mengalami stunting,” kata Nia Kurnia.

Ketua TP-PKK Sumenep mengajak seluruh kader agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya ibu-ibu agar lebih memahami apa yang diperlukan dan harus dikonsumsi oleh anak-anaknya.

“Saya minta kepada para kader untuk terus mengedukasi para ibu-ibu supaya lebih memahami makanan apa saja yang selayaknya dikonsumsi oleh balita sejak mulai dalam kandungan,” ujarnya.

ARSY PUTRI DEFISA (Penderita Gizi Buruk) putri dari bapak FIRLAN warga desa Sera Barat mengatakan

“saya berterima kasih kepada pemerintah kabupaten sumenep yang telah hadir menjenguk anak kami ,semoga kedepannya Ibu Nia dan semua tenaga kesehatan Kabupaten Sumenep diberi kemurahan rejeki panjang umur. ”ungkapnya sabtu 25 Mei 2024.

Dilain tempat seketaris desa Ach Chairul Anwar saat dikonfirmasi media Dapurpos menjelaskan

“kami selaku pemerintah desa Sera barat sangat berterima kasih kepada bunda Nia fausi bersama tenaga kesehatan dengan atas kunjungan dan bantuan kepada masyarakat kami (22/5/2024),sehingga menambah wawasan dan ilmu kepada para ibu ibu yang mempunyai balita sehingga bersemangat untuk menjaga kesehatan balitanya,sehingga mereka akan berupaya mengurangi angka stunting di desa Sera barat khususnya. “Jelasnya.sabtu 25/5/2024. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi Polri Jadi Kunci Stabilitas Daerah di Hari Bhayangkara ke-80
Aktivis Pemuda Sumenep Soroti Pernyataan Pemkab soal BBM Subsidi: Dinilai Tak Sesuai Fakta di Lapangan
Rangkap Jabatan Sekdes Jadi Sorotan, DPMD Siapkan Tindakan
Sekdakab Sumenep Soroti ASN yang Belum Kenakan Peci Hitam, Disiplin Jadi Sorotan
Kawal BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Pungli dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Muskab KORPRI Sumenep Jadi Ajang Konsolidasi ASN, Wabup Tekankan Profesionalisme Pelayanan Publik
Jangan Jadi Formalitas, Bupati Sumenep “Gedor” Peran TACB sebagai Penentu Arah Pelestarian Sejarah
Wabup Sumenep Pimpin Apel Gabungan, Serahkan Hibah Perahu untuk Desa di Kepulauan Kangean

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:42 WIB

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi Polri Jadi Kunci Stabilitas Daerah di Hari Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:32 WIB

Aktivis Pemuda Sumenep Soroti Pernyataan Pemkab soal BBM Subsidi: Dinilai Tak Sesuai Fakta di Lapangan

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:25 WIB

Rangkap Jabatan Sekdes Jadi Sorotan, DPMD Siapkan Tindakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:52 WIB

Sekdakab Sumenep Soroti ASN yang Belum Kenakan Peci Hitam, Disiplin Jadi Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:34 WIB

Kawal BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Pungli dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Berita Terbaru