Bupati Sumenep Warning Pembeli Tembakau: Harga Jangan Tekan Petani di Bawah Titik Impas

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.Com, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan tidak ingin musim panen tembakau 2026 justru menjadi momentum yang merugikan petani. Pemerintah daerah memastikan pengawasan terhadap tata niaga dan harga tembakau akan diperketat agar hasil panen tidak dibeli di bawah Titik Impas Harga Tembakau (TIHT).

Bupati Sumenep,Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. menegaskan, petani harus mendapatkan harga yang sepadan dengan biaya produksi dan kerja keras yang telah dikeluarkan selama satu musim tanam.

Menurutnya, persoalan harga menjadi salah satu titik krusial yang menentukan nasib petani tembakau. Ketika harga jatuh di bawah titik impas, petani bukan hanya kehilangan keuntungan, tetapi berpotensi mengalami kerugian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Pemkab Sumenep berkomitmen mengawal langsung jalannya musim panen tembakau 2026. Pengawasan akan diarahkan untuk memastikan transaksi berjalan secara wajar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan posisi petani ketika memasuki masa panen.

“Harapan kami, petani mendapatkan harga yang layak. Jangan sampai harga jual tembakau berada di bawah titik impas karena itu jelas akan memberatkan dan merugikan petani,” tegas Fauzi.

Pemkab juga mengingatkan para pembeli maupun perusahaan rokok agar ikut menjaga stabilitas harga. Penyerapan tembakau lokal dinilai tidak hanya berkaitan dengan kepentingan industri, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga petani di Sumenep.

Bupati berharap perusahaan rokok dan pelaku usaha tidak menjadikan kondisi panen sebagai alasan untuk menekan harga di tingkat petani.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan berupaya menciptakan keseimbangan antara kepentingan petani dan pelaku usaha. Namun, keseimbangan tersebut tidak boleh dibangun dengan mengorbankan petani sebagai produsen utama.

“Petani sudah mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu. Maka hasil panennya harus dihargai secara layak,” ujarnya.

Selain persoalan harga, Pemkab Sumenep juga mendorong petani meningkatkan kualitas tembakau. Kualitas yang baik diharapkan memperkuat posisi tawar petani dalam menghadapi pembeli sekaligus meningkatkan daya saing tembakau Sumenep.

Pemerintah daerah menilai sinergi antara petani, pemerintah, perusahaan rokok dan seluruh pelaku tata niaga menjadi kunci agar musim panen 2026 berjalan kondusif.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, Pemkab Sumenep berharap tidak terjadi praktik perdagangan yang merugikan petani. Targetnya jelas, harga tembakau tidak jatuh di bawah titik impas dan petani tetap memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panennya. (adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lomba Karaoke Kepanjin Meriah, 20 Peserta Adu Bakat Suara Sambut HUT ke-81 RI
Gebrak Boyo Cup! Tim Futsal RSUD Moh Anwar Sumenep Sukses Rebut Juara 3
PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen
DKPP Sumenep Berangkatkan Tembakau Prancak 95 untuk Dipasarkan ke Mitra PT Jarum
Bayar Pajak Makin Mudah, Bapenda Sumenep Targetkan Seluruh PBB Digital pada 2027
Arek Jalan Kemala Gelar Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pererat Silaturahmi Warga
Tasyakuran dan Maulid Nabi Jadi Puncak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangselok
JJS Bangselok Diikuti Lebih dari 1.000 Peserta, Sepeda Listrik dan Kulkas Jadi Hadiah Utama

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Lomba Karaoke Kepanjin Meriah, 20 Peserta Adu Bakat Suara Sambut HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Gebrak Boyo Cup! Tim Futsal RSUD Moh Anwar Sumenep Sukses Rebut Juara 3

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:01 WIB

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DKPP Sumenep Berangkatkan Tembakau Prancak 95 untuk Dipasarkan ke Mitra PT Jarum

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Bayar Pajak Makin Mudah, Bapenda Sumenep Targetkan Seluruh PBB Digital pada 2027

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB