cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Menu MBG Dinilai Monoton, Wali Murid Minta Evaluasi: Jangan Jadikan Program Presiden Sekedar Lahan Bisnis

Foto : Jatah Menu MBG selama 2 Hari yang diterima Siswa MTsn 2 Sumenep.

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa selama dua hari terakhir menuai sorotan dari sejumlah wali murid. Mereka menyayangkan sajian yang dinilai sering berulang dan kurang bervariasi sehingga dikhawatirkan tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil pantauan dapurpos.com, paket makanan yang diterima siswa satu kotak terlihat roti manis, dua kue bulat, satu buah apel, serta dua kotak susu cokelat kemasan kecil yang disebut sebagai jatah menu untuk dua hari sekaligus.

Sejumlah wali murid menilai menu tersebut perlu dievaluasi agar lebih bervariasi dan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi siswa.

“Kalau menunya hampir sama terus, anak-anak bisa bosan. Kami berharap ada variasi agar kebutuhan gizinya lebih seimbang,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.Minggu (8/3/26)

Dalam ketentuan pemerintah, standar gizi program MBG wajib mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan. Ketentuan tersebut juga diatur dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 401.1 Tahun 2025.

Baca Juga :  DPC PDI Perjuangan Sumenep Peringati Bulan Bung Karno dan Idul Adha dengan Berbagi Daging Qurban

Aturan itu menegaskan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa harus memenuhi standar gizi yang cukup, seimbang, dan layak konsumsi. Jika ditemukan menu yang tidak sesuai atau tidak layak, sekolah sebenarnya memiliki kewenangan untuk menolak.

Sekolah memiliki kendali penuh untuk memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah membuat surat pernyataan resmi atau bahkan mengembalikan paket makanan MBG yang dianggap bermasalah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas gizi yang diterima siswa tetap terjamin sesuai standar yang telah ditetapkan.

Di tengah polemik ini, sejumlah wali murid juga menilai bahwa program MBG memang berpotensi menjadi peluang bisnis bagi pihak penyedia makanan. Namun mereka mengingatkan agar peluang tersebut tidak dijadikan lahan bisnis yang justru merugikan siswa.

“Program ini memang bisa menjadi lahan usaha bagi penyedia makanan, tetapi jangan sampai mengorbankan kualitas. Anak-anak yang menerima program ini harus tetap mendapatkan makanan bergizi sesuai tujuan program,” kata seorang wali murid.

Mereka menegaskan bahwa program MBG merupakan program strategis pemerintah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda.

Baca Juga :  Ketua GP Ansor Jatim Apresiasi Jajaran TNI Anggota Kodim 0827 Sumenep

Karena itu, para wali murid berharap pelaksanaan di lapangan benar-benar dijalankan dengan serius dan diawasi secara ketat agar tujuan utama program tersebut tercapai.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mendorong adanya pengawasan ketat dari berbagai pihak. Masyarakat dan sekolah diperbolehkan melaporkan atau mengunggah temuan menu yang dinilai tidak layak di media sosial sebagai bahan evaluasi.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah, tim pengawas MBG tingkat kabupaten, maupun pengelola program MBG terkait menu yang disajikan selama dua hari terakhir tersebut.

Wali murid berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi sekaligus melakukan evaluasi agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi siswa tanpa mengurangi standar yang telah ditetapkannya. (adi/red)