cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Penumpang Kapal Bahari Express 9C Lompat ke Laut, Diduga Bunuh Diri

Foto : KMP Exspres Bahari

SUMENEP, (Sabtu,19/04/2025), DAPURPOS.COM  Seorang penumpang kapal Bahari Express 9C dilaporkan melompat ke laut saat kapal tengah berlayar. Insiden ini terjadi pada kamis (17/14) dan hingga kini identitas lengkap korban masih belum diketahui.

Peristiwa tersebut mengejutkan penumpang dan awak kapal. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa korban terlihat gelisah sebelum akhirnya melompat ke laut tanpa alasan yang jelas. Dugaan sementara, korban melakukan aksi bunuh diri.

Belum ada penjelasan resmi dari pihak operator Bahari Express mengenai identitas maupun latar belakang korban. Pihak perusahaan juga belum memberikan keterangan terkait kronologi lengkap kejadian.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Refleksi Kebangsaan dan Doa Bersama Akhir Tahun 2024

Insiden mengejutkan itu menimbulkan pertanyaan besar, terutama karena pihak operator kapal tidak mampu memberikan data lengkap terkait korban.

Diduga kuat terdapat praktik penjualan tiket tidak resmi yang mengabaikan prosedur administrasi standar.

Kepala Perwakilan Express Bahari wilayah Kalianget, Muhammad Nurullah yang akrab disapa Irul, membenarkan kejadian tersebut.

“Korban diketahui bernama AAF berdasarkan hasil pengecekan awal saat boarding. Itu data yang kami miliki dari pemeriksaan awal,” ujar Irul saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/4/2025).

Namun, ketika ditanya mengenai alamat atau identitas lengkap korban, Irul mengaku tidak mengetahuinya.

“Kalau soal alamatnya saya kurang tahu, Mas,” jawabnya singkat.

Keterangan tersebut menimbulkan kejanggalan karena dalam pembelian tiket resmi, data penumpang seharusnya tercatat lengkap dalam sistem, termasuk nama, alamat, dan identitas pendukung lainnya.

Baca Juga :  IBM Bekerja Sama dengan BNN Sumenep Gelar Sosialisasi Anti Narkoba: "Pemuda Tangguh, Pemuda Anti Narkoba"

Kondisi itu mengarah pada dugaan adanya praktik penjualan tiket di luar jalur resmi atau sistem overload yang menyebabkan data penumpang tidak terekam dengan benar.

Situasi tersebut tentu sangat berisiko, baik dari sisi keselamatan maupun aspek hukum.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak berwenang masih melakukan pencarian korban dan menyelidiki lebih lanjut penyebab insiden serta dugaan adanya pelanggaran dalam sistem pendataan penumpang Express Bahari 9C. (jar/red)**