Program Pipanisasi di Desa Karangnangka Disorot, Ada Dugaan Operator Desa Jadi Penerima Bantuan

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto hanya ilustrasi (red)

Foto hanya ilustrasi (red)

Sumenep – Dapurpos.com Program bantuan pipanisasi yang digelontorkan pemerintah untuk menunjang kebutuhan air bersih dalam mendukung budidaya bawang merah di Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul munculnya ada dugaan nama seorang perangkat desa yang menjabat sebagai operator, tercatat sebagai salah satu penerima manfaat bantuan tersebut.

Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa nama sang operator desa muncul dalam daftar penerima bantuan pipanisasi. Fakta ini memicu tanda tanya di kalangan masyarakat, yang mempertanyakan keadilan dan transparansi dalam pendistribusian bantuan.

“Kami tidak iri, tapi seharusnya yang mendapat bantuan adalah warga yang lokasinya memang untuk penanaman bawang merah. Kalau perangkat desa sendiri yang dapat, jadi terkesan tidak adil,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik warga bukan tanpa dasar. Berdasarkan regulasi yang berlaku dalam program-program hibah pertanian, perangkat desa termasuk operator , secara tegas dilarang terlibat sebagai anggota kelompok tani maupun menjadi penerima manfaat langsung dari bantuan pemerintah. Hal ini bertujuan untuk menghindari benturan kepentingan serta menjamin keadilan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.

Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh pemuda Desa Karangnangka turut menyuarakan keprihatinannya. Ia berharap agar ke depan mekanisme seleksi penerima bantuan dapat dilakukan secara terbuka dan akuntabel.

“Kalau betul dia operator desa dan tetap menerima bantuan, harusnya ada peninjauan ulang. Ini soal kepercayaan publik terhadap program pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Koordinator Penyuluh (Korluh) Kecamatan Rubaru belum memberikan tanggapan resmi. Publik pun berharap ada evaluasi menyeluruh atas proses pendataan dan penyaluran bantuan ini.

Sebagai informasi, program pipanisasi merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap petani bawang merah dalam mengatasi keterbatasan akses air bersih untuk irigasi. Namun agar tujuan tersebut tercapai, asas transparansi dan keadilan dalam penyaluran bantuan menjadi sangat krusial, guna menghindari kecemburuan sosial dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. (jar/red)** 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru