Sumenep, Dapurpos.com – Tubercolosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular dan berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkolosis serta bisa menyebabkan terjadinya kematian bagi penderitanya.
Penularan penyakit TB ini berbagai macam cara, bisa melalui saluran pernafasan serta drouplet yang dikeluarkan oleh si penderita dengan cara hubungan kontak langsung.
Hal tersebut perlu kita pahami dan extra hati-hati agar tidak terjangkit Tubercolosis.
Banyaknya Kasus penyakit TB, Puskesmas Pandian selalu memberikan edukasi dan pemeriksaan secara berkala terhadap pasien TB beserta keluarganya, agar tidak terjadi lonjakan kasus TB di wilayah puskesmas pandian dan sekitarnya.

dr. Rheza Rachim salah satu dokter yang bertugas di Puskesmas Pandian memaparkan tentang gejala awal dan bagaimana tata cara penanggulangan serta pengobatan bagi pasien yang terjangkit penyakit TB, berikut penjelasannya,:
“Adapun tanda dan gejala tuberkulosis antara lain :
– Batuk yang berlangsung lama (3 minggu atau lebih)
– Batuk biasanya disertai dengan dahak atau batuk darah
– Nyeri dada saat bernapas atau batuk
– Berkeringat di malam hari
– Hilang nafsu makan
– Penurunan berat badan
– Demam dan menggigil
– Kelelahan
Tuberkulosis juga bisa menyerang organ selain paru-paru, seperti TB kelenjar, TB usus dan TB tulang.
Skrining dan pemeriksaan pasien terduga TB menjadi salah satu cara penanggulangan kasus TB yang ada, sehingga akan banyak pasien yg terdiagnosis yg berobat. Ketika semua pasien berobat dan tuntas maka cita-cita pemerintah untuk eliminasi kasus TB tahun 2030 akan terwujud. Bantuan dari kader-kader TB terlatih di Puskesmas Pandian ikut serta dalam penemuan-penemuan kasus baru di lingkungan kerja Puskesmas Pandian.
Untuk pengobatan TB memang membutuhkan kesabaran, konsisten dan komitmen dari pasien karena pengobatan nya yang panjang selama 6 bulan dengan efek samping yang tidak mudah bagi pasien. Membangun komunikasi antara petugas kami di Puskesmas, kader TB di lapangan dan pasien serta keluarga sebagai pengawas minum obat merupakan salah satu dari strategi kami Puskesmas Pandian dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien TB kami, sehingga tingkat kesembuhan pasien TB kami tinggi dan jumlah pasien TB mangkir obat kami rendah”. Menurut penjelasan yang disampaikan kepada media Dapupos.com, Sabtu, (06/07/’24).

Ditempat yang sama, dr.Fatimah Insyoniah dalam paparannya , Selama bulan Januari sampai dengan Juni cakupan penemuan dan pengobatan terhadap penderita TB di wilayah kerja puskesmas pandian sudah mencapai angka 30 pasien. Dimungkinkan pada bulan juli ini sudah ada pasien yang selesai masa pengobatannya serta bisa dinyatakan sembuh. Juga perlu diketahui bahwa, setiap hari kami selalu mengadakan pertemuan selepas jam pelayanan guna mengevaluasi setiap kegiatan staf yang bekerja dalam ruangan maupun dilapangan, agar nantinya bisa memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien yang datang berkunjung ke puskesmas, bisa mencapai hasil kerja yang maksimal, tutup kapus Pandian.





