SILATURRAHMI BULANAN SATARETANAN SUMENEP BERDAYA : MENAKAR VISI dan MASA DEPAN SUMENEP

- Redaksi

Minggu, 4 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan rutin Yayasan SATARETANAN SUMENEP BERDAYA yang diselenggarakan hari ini, Minggu, 04-08-2024 terasa sangat istimewa. Hanya konsumsi yang tampak konsisten dengan kesederhanaan dan ke-apa-adanya.

Silaturahim dengan tema MENAKAR VISI dan MASA DEPAN MASYARAKAT SUMENEP menghadirkan mantan Bupati Sumenep periode 2010-2020 yaitu KH. Dr. Busyro Karim. Tampak juga beberapa Pengasuh Pondok Pesantren yang ada di wilayah Sumenep, diantaranya Yai Hazmi Basyir, KH. Mawardi, Yai Affan dan Yai Faris. Dan tentu saja pembina Yayasan SATARETANAN SUMENEP BERDAYA yakni KH. Dr. Muhammad Shalahuddin A. Warits.

Dr. KH. Abuya Busyro Karim menyampaikan bahwa saat ini Zaman begitu cepat mengalami perubahan. Dulu masyarakat Madura dan khususnya Sumenep yang dikenal sebagai kota santri telah mengalami degradasi orientasi. Semula idealis menjadi cenderung pragmatis. Jika ada seseorang ingin mencalonkan diri untuk suatu jabatan publik maka pertanyaan pertama banyak oknum adalah wani piro atau berani bayar berapa? 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi kita tidak perlu terlalu risau, lanjutkan Abuya, nalar pragmatis yang materialistis itu masih bisa dilawan. Dollar tetap bisa lawan dengan moral oleh jati diri yang bermoral.

Kiyai Hazmi juga menyampaikan bahwa masyarakat cukup takut kepada Allah SWT, jangan takut pada uang atau sembako. Janganlah kita menjerumuskan pemimpin dengan tuntutan akan memilih yang BERSE (Beras dan Pesse). Mari belajar jadi pemilih yang cerdas yang bersandar pada integritas dan rekam jejak. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang calon dan diskusikan dengan ahlinya.

Bagi KH. Muhammad Shalahuddin A Warits yang akrab disebut Ra Mamak, saat ini kita punya moments yang penting untuk melakukan uji publik tentang penyelenggaraan pemerintahan dan bakal calon yang akan memerintah di masa yang akan datang. Apakah kita sudah merasa baik-baik saja, nyaman, aman dan sejahtera? Tentu jawabannya akan beragam, bergantung pada subjek yang mengalami interaksi secara langsung ataupun tidak langsung. Namun ketika dirata-rata dengan metode ilmu statistik, kita masih jauh panggang dari api.

Ra Mamak melanjutkan bahwa : Ada 5 besar problem masyarakat kita yang belum tertangani secara memadai. Yaitu keterbelakangan dan kemiskinan, soal korupsi, infrastruktur, minimnya lapangan pekerjaan dan percepatan pembangunan kepulauan. Dalam hal ini, seharusnya kita punya pencapaian yang luar biasa. Karena selain kemampuan APBD Sumenep, kita banyak menerima program pusat. Tahun ini, untuk program sanitasi dari satu kementerian saja berkisar 15 M. Tetapi di wilayah Pasongsongan sepertinya belum ada MCK untuk umum, bahkan banyak warga buang hajat di ladang dan lereng perbukitan. Ini aneh tapi nyata.

Lalu kenapa banyak tokoh masyarakat dan tokoh politik takut untuk mencalonkan diri? Kenapa tidak menolak arusisasi calon tunggal? Ra Mamak memberikan jawaban yang menohok.

“Yang takut itu bukan tokoh-tokoh itu, tetapi oknum tokoh partai politiknya”.

Lain halnya dengan direktur Sataretanan Sumenep Berdaya, ia begitu prihatin tentang masa depan demokrasi. Selama ini, satu-satunya Kabupaten di Madura yang sistem demokrasinya berjalan baik hanya di Sumenep. Tetapi akhir-akhir, jelang Pilkada, seperti sedang menggali kuburnya sendiri. Banyak oknum tokoh baik itu tokoh masyarakat ataupun tokoh partai tampak memilih tunduk pada oligarki, sangat pragmatis dan berkebijakan seperti tidak miliki hubungan apapun dengan masyarakatnya. Yang penting diri dan kelompok beruntung dan diuntungkan. Situasi demokrasi Sumenep kita sangat mengenaskan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lomba Karaoke Kepanjin Meriah, 20 Peserta Adu Bakat Suara Sambut HUT ke-81 RI
PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen
DKPP Sumenep Berangkatkan Tembakau Prancak 95 untuk Dipasarkan ke Mitra PT Jarum
Bayar Pajak Makin Mudah, Bapenda Sumenep Targetkan Seluruh PBB Digital pada 2027
Tasyakuran dan Maulid Nabi Jadi Puncak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangselok
JJS Bangselok Diikuti Lebih dari 1.000 Peserta, Sepeda Listrik dan Kulkas Jadi Hadiah Utama
Bappeda Sumenep: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, Harus Melahirkan Kerja Nyata
RSUD Moh Anwar Naik Tipe B, Erliyati Dorong Transformasi Pelayanan dan Kenyamanan Pasien

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Lomba Karaoke Kepanjin Meriah, 20 Peserta Adu Bakat Suara Sambut HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:01 WIB

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DKPP Sumenep Berangkatkan Tembakau Prancak 95 untuk Dipasarkan ke Mitra PT Jarum

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Bayar Pajak Makin Mudah, Bapenda Sumenep Targetkan Seluruh PBB Digital pada 2027

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Tasyakuran dan Maulid Nabi Jadi Puncak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangselok

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB