Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh

- Editorial Team

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. meminta pelajar tidak menjadi konsumen pasif di tengah derasnya arus informasi digital. Kemampuan membaca harus diikuti kecakapan memilah informasi, menguji kebenaran, berpikir kritis, hingga menghasilkan karya.

Pesan tersebut disampaikan Fauzi saat menghadiri Pekan Literasi 2026 SMAN 1 Sumenep, Selasa (6/10/2026).

Menurut Fauzi, tantangan literasi di era digital semakin kompleks. Pelajar kini tidak hanya dituntut memiliki kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga harus mampu memahami informasi yang beredar serta membedakan fakta dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Budaya literasi bukan hanya membaca dan menulis. Literasi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menyampaikan gagasan dengan baik,” kata Fauzi.

Ia menilai kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui sumber dan kebenarannya.

Karena itu, Fauzi mendorong pelajar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kegiatan yang produktif. Media digital, kata dia, seharusnya tidak hanya digunakan untuk mengonsumsi informasi, tetapi juga menjadi ruang belajar, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya.

“Pelajar harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan berkarya. Jangan mudah percaya informasi, tetapi gunakan media digital untuk hal yang produktif,” ujarnya.

Fauzi juga menekankan pentingnya membangun kemampuan membaca kritis yang dibarengi keterampilan menulis dan menyampaikan gagasan. Pelajar perlu dibiasakan bertanya, berdiskusi, menguji informasi, serta menyusun argumentasi berdasarkan pengetahuan yang benar.

Baca Juga:  Ribuan Warga Padati Rokat Desa Bluto, Pengajian Akbar Bersama KH. Musleh Adnan Jadi Puncak Acara

Ia meminta sekolah tidak menjadikan kegiatan literasi sebatas agenda seremonial atau tahunan. Budaya membaca, menulis, berdiskusi dan berkarya harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam keseharian siswa.

“Pekan Literasi jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menumbuhkan kebiasaan positif yang terus berkembang di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan zaman. Kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan secara tepat.

Baca Juga:  Meriahkan HUT ke-81 RI, PAUD H.I. EL-FATH Gelar Adu Kekompakan Anak dan Keluarga

Fauzi berharap Pekan Literasi 2026 di SMAN 1 Sumenep menjadi pemantik lahirnya generasi muda yang gemar membaca, berani menulis, kritis terhadap informasi, serta produktif menghasilkan karya.

“Pelajar harus punya semangat gemar membaca, berani menulis, kritis berpikir dan kreatif berkarya demi membangun Kabupaten Sumenep semakin maju,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Adie

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Dapurpos.com

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi
KSOP Kalianget Gandeng Pesantren Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran
Bendahara Desa Mangkir dari Panggilan DPMD, Gaji Aparatur Pagerungan Besar Tertunggak 9 Bulan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi

Berita Terbaru