Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan

- Editorial Team

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep semakin dirasakan warga. Kemarau panjang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut salah satunya dialami warga Desa Langsar, Kecamatan Saronggi. Mereka mengaku telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih empat bulan.

Merespons kondisi itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur bersama Baznas Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Langsar, Senin (5/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penyaluran tersebut, Baznas juga berkolaborasi dengan Kodim 0827 Sumenep, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep Achmad Fauzi turut turun langsung dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat.

Baca Juga:  Bapenda Sumenep Kawal Pemutakhiran Data Pajak, Faruk Hanafi Tinjau Desa Beringin

Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami Baznas Sumenep bersama Baznas Jawa Timur, bersama Bupati, BPBD dan Dinas Sosial, turun langsung memberikan bantuan air bersih kepada warga Langsar,” kata Ahmad Rahman.

Sementara itu, Ketua RT 13 Desa Langsar, Masdarun, mengungkapkan warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak Juli 2026.

Baca Juga:  Terima Aksi GMS, Kepala Inspektorat Sumenep Tegaskan Setiap Aduan Wajib Jadi Prioritas

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air. Kondisi itu dinilai cukup membebani masyarakat, terutama karena kebutuhan air terus meningkat selama kemarau.

“Warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak bulan tujuh lalu. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli. Satu pikap air harganya sekitar Rp80 ribu,” ujar Masdarun.

Menurutnya, air tersebut tidak hanya digunakan untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk mandi serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih menjadi sangat berarti bagi warga yang selama beberapa bulan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air.

Baca Juga:  KSOP Kalianget Dukung Aksi Besar Penanaman 5000 Mangrove

Ahmad Rahman memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan ke sejumlah wilayah di Sumenep yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang.

Baznas Sumenep juga akan memberikan perhatian terhadap wilayah kepulauan yang saat ini turut menghadapi persoalan serupa.

“Kami akan terus melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air. Termasuk wilayah kepulauan, karena di sana juga banyak masyarakat yang terdampak kekeringan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Adie

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Dapurpos.com

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi
KSOP Kalianget Gandeng Pesantren Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran
Bendahara Desa Mangkir dari Panggilan DPMD, Gaji Aparatur Pagerungan Besar Tertunggak 9 Bulan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi

Berita Terbaru