Bukan Sekadar Rebut Trofi, Mini Soccer U-13 Sumenep Jadi Ajang Cari Bibit Muda

- Editorial Team

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM — Pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Sumenep mulai diarahkan secara lebih terstruktur. Sebanyak 23 tim sekolah dasar (SD) dari berbagai wilayah di Sumenep ambil bagian dalam turnamen mini soccer U-13 yang digelar di Stadion Ahmad Yani, Kamis (1/10/2026).

Turnamen yang dibuka Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tersebut tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini diarahkan sebagai bagian dari proses pembinaan dan penjaringan bibit pesepak bola sejak usia sekolah dasar.

Achmad Fauzi mengatakan, usia SD merupakan fase penting untuk membentuk kemampuan teknis sekaligus karakter pemain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, talenta sepak bola tidak cukup hanya ditemukan melalui kompetisi. Pemain muda yang memiliki potensi perlu mendapat pemantauan dan pembinaan secara berkelanjutan agar perkembangannya sesuai dengan usia dan kemampuannya.

“Mini soccer ini bukan hanya sekadar siapa yang menang, siapa yang mencetak gol atau siapa yang menjadi juara. Ini bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga sepak bola,” ujar Fauzi.

Dia meminta seluruh peserta menjadikan turnamen tersebut sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan. Hasil pertandingan, kata dia, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam kompetisi usia dini.

“Jangan takut kalah. Yang paling penting berani bermain, berani berusaha dan terus belajar menjadi lebih baik,” katanya.

Selain kemampuan bermain, Fauzi menekankan pentingnya sportivitas. Para pemain diminta tidak mudah terpancing emosi dan menghindari gesekan selama pertandingan.

“Jangan ada gesekan, jangan ada perkelahian. Ini sepak bola,” tegasnya.

Pemkab Sumenep, lanjut Fauzi, berupaya membangun pola pembinaan sepak bola yang dilakukan secara bertahap berdasarkan kelompok usia. Kompetisi U-13 menjadi salah satu bagian dari proses tersebut sebelum pemain diarahkan ke jenjang usia yang lebih tinggi.

“Pemerintah daerah berpikir serius bagaimana generasi muda dari U-13 ini bisa menjadi bibit yang berpotensi menjadi atlet sepak bola dan ke depannya dapat diandalkan,” ungkapnya.

Fauzi menilai pembentukan kemampuan teknis dan karakter pemain harus dimulai sejak dini. Pembinaan dari tingkat sekolah dasar dinilai penting agar potensi pemain dapat berkembang secara optimal.

“Kalau tidak kita persiapkan dari tingkat SD, kemampuan dan karakter dalam bermain agak sulit dibentuk. Tahun ini kita coba jenjangkan dari mini soccer U-13 sampai U-17,” pungkasnya.

Turnamen mini soccer U-13 tersebut berlangsung selama tiga hari hingga babak final. Sebanyak 23 tim yang berasal dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) jenjang SD se-Kabupaten Sumenep turut berkompetisi.

Baca Juga:  Kunjungan Jurnalis AWDI Sumenep ke Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bali Bahas Keterlibatan Kemajuan Pariwisata

Selain memberikan pengalaman bertanding bagi para pemain muda, turnamen tersebut menjadi ruang bagi pembina dan pemerintah daerah untuk memantau potensi atlet sepak bola sejak usia dini.

Dengan pola pembinaan yang dilakukan secara berjenjang, kompetisi U-13 diharapkan tidak berhenti pada perebutan trofi. Ajang ini menjadi salah satu pijakan untuk menyiapkan regenerasi pesepak bola Sumenep secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Festival Tani Ganding 2026 Dibuka, Wabup Dorong Anak Muda Bertani
Facebook Comments Box

Penulis : Adie

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Dapurpos.com

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi
KSOP Kalianget Gandeng Pesantren Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran
Bendahara Desa Mangkir dari Panggilan DPMD, Gaji Aparatur Pagerungan Besar Tertunggak 9 Bulan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi

Berita Terbaru