Kontingen Pasongsongan Ikut Meriahkan Festival Tunas Bahasa Ibu, Siap Lestarikan Bahasa Madura

- Editorial Team

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, DapurPos.com, 28 Oktober 2025. – Semangat pelestarian bahasa daerah tampak menyala dari Kecamatan Pasongsongan. Perwakilan siswa dari kecamatan tersebut turut ambil bagian dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Sumenep yang digelar oleh Dinas Pendidikan Sumenep bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Timur, bertempat di Aula KPRI Sumenep, Selasa (28/10/2025).

Festival tahunan ini menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah, khususnya Bahasa Madura. Dalam kegiatan ini, kontingen dari Pasongsongan berkompetisi pada dua cabang lomba, yaitu Carakan Madura dan Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura.

Baca Juga:  Pemotongan Zakat 2,5% Terhadap PNS di Sumenep Menuai Pro-Kontra

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan KKKS Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto, S.Pd, yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Panaongan III, turut mendampingi para peserta. Sosok Agus yang dikenal ikonik dengan blangkonnya itu menuturkan bahwa pelaksanaan FTBI tahun ini terbagi menjadi dua metode: luring untuk lomba Carakan dan cerpen Madura, sementara lima kategori lainnya digelar secara daring.

“Kami berharap peserta dari Pasongsongan dapat menorehkan prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun yang terpenting, semangat anak-anak dalam menjaga bahasa Madura tetap hidup dan berkembang,” ujar Agus Sugianto dengan penuh optimisme.

Tidak hanya itu, pengawas bina SD Kecamatan Pasongsongan, Bapak Abu Supyan, M.Pd, juga hadir mendampingi dan memberikan motivasi langsung kepada para peserta. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata mengejar juara, melainkan menumbuhkan kesadaran kolektif untuk melestarikan bahasa dan budaya Madura.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Lewat kegiatan seperti FTBI ini, anak-anak belajar mencintai bahasa ibunya sendiri. Ini adalah bentuk nyata gerakan pelestarian budaya,” ungkap Abu Supyan.

Dengan semangat gotong royong, dukungan dari para guru, dan doa seluruh warga Pasongsongan, para peserta diharapkan mampu memberikan hasil terbaik. Lebih dari sekadar lomba, partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa bahasa Madura masih hidup di hati generasi muda dan terus diwariskan dari ruang kelas hingga ke panggung prestasi. (red)**

Baca Juga:  Lomba Mewarnai & Menggambar Meriahkan Pendopo Keraton Sumenep

 

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran
Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan
Nilai Anggaran Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Tak Terpampang, Kadisdik Sumenep Panggil Konsultan 
SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI
Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran

Senin, 28 September 2026 - 19:49 WIB

Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan

Berita Terbaru