cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Hujan Deras dan Libur Waisak Tak Halangi Kepedulian, Kepala SDN Panaongan III Antar Guru Honorer Ikuti Tes PPPK di Pamekasan

Oplus_131072

Pamekasan, DAPURPOS.COM, 12 Mei 2025 – Hari Senin itu semestinya menjadi waktu beristirahat bagi para pendidik. Bertepatan dengan libur nasional Hari Raya Waisak, sebagian besar sekolah di Indonesia meliburkan aktivitasnya. Namun pemandangan berbeda terlihat dari aktivitas Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panaongan III, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Di tengah hujan deras yang mengguyur sejak pagi, kepala sekolah yang dikenal luas di kalangan masyarakat karena penampilannya yang khas dengan blangkon di kepala ini justru memulai hari lebih awal. Dengan penuh kepedulian, ia mengantarkan seluruh guru honorer di sekolahnya untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diselenggarakan di Gedung Prima Jaya Abadi, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Perjalanan dari Panaongan ke Pamekasan bukan perkara mudah, apalagi saat hujan deras melanda. Genangan air di sejumlah ruas jalan serta jarak tempuh yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri. Namun hal itu tak menyurutkan semangat kepala sekolah yang tak ingin para guru honorer kehilangan kesempatan penting ini.

“Kami sudah berjuang bersama selama ini untuk mencerdaskan anak-anak di desa. Maka, sudah menjadi kewajiban moral bagi saya untuk mendampingi mereka di saat-saat penting seperti ini,” ujar sang kepala sekolah dengan mata yang tampak berkaca-kaca, mencerminkan kedalaman rasa tanggung jawabnya.

Menurutnya, kelulusan para guru honorer dalam seleksi PPPK bukan hanya soal status kepegawaian, tetapi menyangkut keberlangsungan mutu pendidikan di SDN Panaongan III. Di tengah keterbatasan tenaga pendidik tetap, keberadaan guru honorer telah menjadi tulang punggung dalam proses belajar mengajar.

“Kalau mereka lulus PPPK, itu bukan hanya kabar baik untuk pribadi mereka, tapi juga untuk sekolah dan anak-anak kami di Panaongan. Mereka bisa lebih tenang, lebih fokus, dan lebih sejahtera dalam mengajar,” tambahnya.

Salah satu guru honorer yang ikut dalam rombongan, Ibu Sumayyah, S.Pd, mengungkapkan rasa harunya atas perhatian kepala sekolahnya. “Saya tidak tahu harus bilang apa. Di hari libur, saat hujan begitu deras, beliau tetap datang menjemput dan memastikan kami semua bisa berangkat dengan aman. Beliau bukan hanya kepala sekolah bagi kami, tapi sosok yang menjadi inspirasi dan penggerak,” tuturnya dengan nada haru.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Salurkan Tunjangan Kehormatan 2025: Wujud Penghargaan bagi 1.225 Guru Ngaji Penjaga Moral Generasi

Tindakan kepala sekolah ini pun menuai apresiasi dari para orang tua siswa dan tokoh masyarakat setempat. Bagi mereka, kepedulian seperti ini adalah hal langka di tengah dunia pendidikan yang sering kali masih menghadapi tantangan birokrasi dan keterbatasan fasilitas.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Ustad Namsura, kepedulian yang ditunjukkan kepala SDN Panaongan III ini patut menjadi teladan bagi pemimpin di bidang pendidikan lainnya.

“Beliau tidak hanya memimpin dari belakang meja, tapi juga turun langsung, mengulurkan tangan, dan berjalan bersama guru-gurunya. Ini kepemimpinan yang patut dihormati.”

Tes PPPK tahun ini memang menjadi harapan besar bagi ribuan guru honorer di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil seperti Sumenep. Bagi mereka, status sebagai ASN atau PPPK bukan hanya soal pengakuan, tetapi juga jaminan keberlanjutan dalam mengabdi pada dunia pendidikan.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Tegaskan Pengelolaan Dana BOSP Harus Sesuai Juknis dan Berbasis Kebutuhan Sekolah

Langkah nyata kepala SDN Panaongan III ini memberi pesan kuat bahwa kepemimpinan yang baik dalam dunia pendidikan tidak cukup hanya dengan administrasi dan laporan rutin, melainkan hadirnya ketulusan, empati, dan komitmen untuk memajukan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

Di tengah rintik hujan yang belum reda, para guru honorer akhirnya tiba di lokasi ujian dengan selamat dan tepat waktu. Harapan mereka kini tertuju pada hasil seleksi yang akan menentukan masa depan mereka. Namun satu hal yang pasti, semangat kebersamaan dan dukungan moral yang mereka terima hari ini akan menjadi bahan bakar semangat untuk terus melangkah, apapun hasilnya nanti.

(redman)**