Sumenep, Dapurpos.com – Salah satu aktivis pemuda Ganding bantah pernyataan, Dadang Dedy Iskandar, yang menyatakan bahwa distribusi gas LPG berjalan normal dan tidak terjadi kelangkaan pasokan di beberapa platform media,Kerena hal ini di buktikan dengan langkanya tabung gas 3 kg hari ini dan bukan hanya langka namun harganya juga malah naik secara drastis.
Sudirman Selaku aktivis pemuda ini menyampaikan bahwa,
“Pemkab Sumenep khususnya Dadang Dedy Iskandar selaku kepala bagian perekonomian harus bertanggung jawab atas pernyataannya di beberapa platform media yang mengatakan bahwa distribusi gas LPG berjalan normal dan tidak terjadi kelangkaan pasokan”. Ujarnya 11/06/25.
Namun fakta di lapangan tabung gas 3 kg hari ini langka dan mahal. Yang awalnya sebelum lebaran idul Adha harganya 18-20 ribu di pengecer sekarang malah naik jadi 25-30 ribu per tabung gas.
Dan aktivis pemuda ini juga meminta Pemkab Sumenep untuk tepati janjinya yang menyatakan di platform media yang mengatakan
“Jika ditemukan agen atau sub agen yang menjual di atas HET, Pemkab akan melaporkan ke Pertamina untuk diberi sanksi. Sanksi yang diberikan bisa berupa pencabutan kuota LPG kepada agen atau sub agen yang melanggar aturan yang berlaku.Namun sampai saat ini belum ada tindakan yang jelas dari pemkab terhadap para distributor yang nakal, “Tambahnya.
Atau jangan-jangan pemkab Sumenep yang menyatakan bahwa distribusi gas LPG berjalan normal dan tidak terjadi kelangkaan pasokan. Hanya karena dapat persetujuan permohonan tambahan distribusi tabung gas 3 kg sebanyak 3.000 namun tidak turun langsung ke masyarakat untuk mengetahui apa yang terjadi di masyarakat.
Maka dari itu aktivis pemuda ini juga minta Pemkab turun langsung untuk mengetahui dan mendengar keluhan masyarakat perihal kelangkaan tabung gas 3 kg ini. Pungkasnya. (jar/red)**





